Didominasi Kandungan Gula, Susu Kental Manis Berisiko Bagi Kesehatan Anak-anak

Ilustrasi : Susu Kental Manis. NET

SERANG, BANPOS – Dinkes Banten mengimbau kepada para orang tua untuk tidak menjadikan susu kental manis sebagai asupan utama. Pasalnya, sebagian besar kandungan susu tersebut adalah gula yang tak baik bagi kesehatan.

Kepala Dinkes Banten Sigit Wardojo Jumat (6/7/2018) mengatakan, berdasarkan informasi yang di dapat dari Direktorat Bina Gizi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), susu kental manis yang beredar di pasaran bukan benar-benar tidak mengandung susu. Hanya mengandung proteinnya rendah.

“Bukan tidak mengandung susu sama sekali. Hanya saja kandugan proteinnya kecil dan sebagian besar isinya gula. Padahal gula kalau diberikan pada anak-anak bisa berlebihan (kurang baik, red). Itu bukan nutrisi yang cocok untuk anak kita,” katanya.

Ia menjelaskan, dengan kondisi tersebut maka sepatutnya itu bisa menjadi perhatian para orang tua. Mereka diharapkan menjadikan susu kental manis sebagai asupan utama kepada anak-anaknya, terutama yang masih menyusui.

“Perhatian untuk para orang tua, jadi bahwa susu itu (kental manis, red) sebenarnya susu formula, bukan nutrisi utama yang dibutuhkan oleh anak. Itu hanya sekadar makanan pendamping ASI. Jadi yang paling pertama (utama) adalah ASI,” katanya.

Disinggung terkait program peningkatan gizi pada pemerintah yang juga kerap menyertakan susu kental manis, Sigit menegaskan komoditas tersebut tak sama dengan yang di pasaran. Susu kental manis yang dimasukan ke dalam program sudah memenuhi standar gizi.

“Enggak mungkin (susu kental manis yang sama dengan di pasaran). Kalau pengadaan pemerintah daerah sudah ada fomulasinya. Di dalam persyaratan lelang ada (standar) komposisi dari susunya itu. Tidak mungkin susu kental manis yang di pasaran. Dia ada komposisinya proteinnya harus berapa, itu biasanya tidak beredar di pasaran,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan Sigit, masyarakat sendiri pada dasanya tidak dilarang memakai susu kental manis.

“Kalau arahan untuk menghentikan sementara peradaran enggak ada. Ini lebih ke perhatian orang tua. Bukan hanya anak-anak, peruntukan bagi orang dewasa pun harus teliti. Orang misalnya diabet, banyak banyak makan itu (susu kental manis) ya tambah makin parah saja (kondisi kesehatannya),” tuturnya. (RUS)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: