Miss Waria Sampai di Telinga WH-Andika, Ini Tanggapannya

Gubernur Banten, Wahidin Halim dan Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy.

SERANG, BANPOS – Ramainya isu kontes pemilihan miss waria melalui pumflet dan telah tersebar di media sosial, yang rencananya akan diselenggarakan di Pantai Carita, Kabupaten Pandelang telah sampai ke Gubernur dan Wakil Gubernur Banten.

Dalam pamflet miss waria berwarna merah muda tersbut, diadakan oleh RD management yang akan berlangsung pada 22 Juli 2018, sekitar pukul 12.00 WIB, bahkan tidak tanggung-tanggung dalam acara tersebut disebutkan akan digelar pemilihan miss world Banten yang seluruh pesertanya merupakan waria.

Isu tersebut telah didengar oleh Gubernur Banten, Wahidin Halim sebagai kepala daerah yang menolak keras segala bentuk tindakan Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) tentunya dirinya menentang acara tersebut.

Namun terkait dengan acara yang digelar tersebut dirinya meminta agar menanyakan kepada aparat Kepolisian yang memiliki tugas memberikan ijin. “Tanya aja ke Polda atau MUI,” singkatnya

Secara terpisah, Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy menjelaskan bahwa kegiatan penobatan miss waria Banten 2018 yang diselenggarakan di Pasir Putih, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang sangat bertolak belakang dengan rencana Pemerintah Provinsi Banten yang akan membentuk Peraturan Daerah (Perda) terkait LGBT.

“Pak gubernur beberapa waktu lalu telah menyampaikan akan membuat perda LGBT, ini tentu hal yang bertolak belakang, tapi secara etika itu perlu ditanyakan sama MUI dan kiyai,” ujar Andika.

Oleh karenanya dirinya meminta agar Pemerintah Daerah dapat menjalankan fungsi dengan baik dan lebih peka terhadap setiap kegiatan yang akan diselenggarakan diwilayahnya.

“Harusnya Kabupaten/kota lebih peka dalam konteks seperti ini,” pungkasnya.

Perlu diketahui bahwa event miss waria tersebut bukan yang pertama kali digelar di Indonesia, bahkan event miss waria indonesia terus digelar setiap tahunnya. Hanya saja event tersebut digelar secara tertutup dan rahasia untuk menghindari gejolak dimasyarakat bahkan protes yang berujung pada kekerasan.

Berdasarkan penelusuran BANPOS pada tahun 2016 event rahasia tersebut sempat sukses dan mendapatkan seorang pemenang dari Jakarta, tidak hanya menyandang miss waria Indonesia.

Pemenanganya pun sampi diterbangkan ke Thailand untuk mengikuti kontes serupa hanya saja ditingkat internasional layaknya miss world yang dikenal oleh masyarakat luas. (DIK)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: