Ribuan Botol Miras Dimusnakan Polda Banten

Ulama Banten Abuya Muhtadi Cidahu (depan) bersama Kapolda Banten Brigjen Pol Listyo Sigit Prabowo, saat memusnakan ribuan botol miras dengan menaiki alat berat / RULIE SATRIA

SERANG, BANPOS – Bentuk kepedulian kepada masyarakat, Kepolisian Daerah (Polda) Banten kembali memusnahkan ribuan botol miras ilegal, berkemasan dan oplosan dari hasil operasi pekat kalimaya 2018, di tiga wilayah Provinsi Banten, yakni Serang, Lebak dan Cilegon.

Dari ribuan botol tersebut, sebanyak 13.548 miras ilegal dan berkemasan, ada 2.668 liter miras berjenis oplosan yang ditempatkan di 52 dirigen rata digilas oleh alat berat yang dipimpin langsung pemusnahan tersebut oleh Kapolda Banten Brigjen Pol Listyo Sigit Prabowo dan ditemani ulama Banten Abuya Muhtadi, di Mapolda Banten, Kamis (7/6).

Kapolda Banten Brigjen Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan, pemusnahan ini adalah bentuk dari upaya karena dampak dari miras dibeberapa wilayah telah mengakibatkan korban jiwa.

“Kita tidak ingin diwilayah Banten mengalami hal serupa dan kemudian melakukan operasi miras,” kata Kapolda kepada awak media.

Menurutnya, salah satu penyebab adanya tindak pidana berawal dari miras, sehingga dampaknya negatif yang luar biasa. “Apalagi di Provinsi Banten terkenal dengan seribu kiai sejuta santri, sehingga ingin diwilayah kuasa hukum Polda Banten betul-betul bisa terbebas dari miras,” ujar Kapolda.

Sehingga, kata Kapolda, masyarakat Banten tidak tercemar, tidak terganggu dengan masalah peredaran miras yang tentunya akan berdampak tidak baik untuk kesehatan ataupun juga berdampak terhadap masalah jiwa keselamatan dari yang bersangkutan.

“Tentunya kita lakukan untuk mencegah atau mengurangi tindak pidana yang terjadi sering digunai penyalahgunaan miras,” ucap Kapolda.

Sedangkan untuk para pemilik miras ini, pihaknya sudah melakukan proses ke beberapa orang, namun ia mengatakan ada yang dipiring yang masuk kepada Undang-undang terkait peredaran alkohol akan diproses sesuai dengan ketentuan hukum.

Sedangkan untuk razia sendiri, masih kata Kapolda, dari sebelum ramadan. Lebih tepatnya tanggal 8-20 Mei 2018. Karena menurutnya razia ini sudah dilaksanakan sebelumnya.

“Operasi miras ini akan dilakukan sepanjang waktu, masyarakat agama yang sering mengeluhkan miras tidak terganggu kegiatan-kegiatan ulama yang ada di Banten,” tandas Kapolda. (CR-01)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: