Pentingnya Peduli Destinasi Wisata, Ini Pandangan Wakil Nong Kabupaten Serang

Wakil 2 Nong Kabupaten Serang, Maulin Rizky Putri.

SERANG , BANPOS – Maulin Rizky Putri, gadis berusia 19 tahun asal Serdang yang juga Wakil 2 Nong Kabupaten Serang 2018, memiliki cara tersendiri dalam mencintai dan peduli terhadap destinasi wisata di Banten.

Setiap keindahan, bisa berkurang keindahan jika dikotori, dan keindahan alam tidak akan berarti apa-apa jika tidak memiliki kesadaran sendiri untuk merawatnya, terlebih tempat sebuah keindahan itu sudah diketahui banyak orang.

Malu sekali rasanya, jika keindahan itu tidak bisa membuat pengunjung merasa nyaman. Begitulah pemikiran mahasiswi semester 4 yang berkuliah di Universitas Serang Raya ini.

Menurutnya, Banten termasuk salah satu provinsi yang kaya akan objek wisata. Namun, warga Banten masih minim kasih sayang pada keindahan alam yang sudah Tuhan berikan, termasuk generasi mudanya yang hobi berlibur di destinasi wisata, namun kurang menjaga kebersihannya.

“Aku senang berlibur ke Destinasi Wisata yang ada di Banten. Dan kadang aku suka merasa gemas kalau melihat pengunjung yang suka sembarangan buang sampah di tempat destinasi itu. Baik yang muda dan tua belum bisa memunculkan rasa peduli pada lingkungan.” ungkap Maulin saat ditemui BANPOS, Rabu (6/6/2018).

Setelah menjadi Wakil 2 Nong Kab. Serang 2018, mahasiswi Jurusan Ilmu komunikasi di Unsera ini jadi termotivasi dan tergerak lagi untuk lebih peduli pada destinasi wisata, terlebih ia sebagai Nong Kabupaten Serang juga memiliki andil dalam hal promosi dan mencintai destinasi wisata di Banten.

“Peran generasi muda seperti saya memang harus bisa menjaga dan melestarikan destinasi wisata yang sudah ada sejak dulu. Gunanya untuk menarik para wisatawan di dalam negeri maupun di luar negeri untuk datang serta menciptakan suatu kenangan yang indah jika para wisatawan datang ke destinasi tersebut.” Ujar Maulin.

Menurutnya, melakukan hal kecil saja seperti tidak membuang sampah sembarangan di destinasi dan tidak merusak fasilitas destinasi tersebut, itu sudah dianggap sebagai suatu kepeduliaan dan kecintaan pada destinasi yang dikunjungi.

Ia juga menyarankan agar Pengolah atau Penjaga Destinasi Wisata bisa saling memberikan contoh yang baik. Agar pengunjung tidak meniru atau melakukan hal-hal negatif yang dilakukan selama mengunjungi destinasi wisata tersebut.

Jika semua itu mampu dilakukan, maka warga akan merasa percaya diri dalam mempromosikan destinasi wisata tersebut ke para wisatawan.

“Kita juga bisa mempromosikan destinasi wisata di tempat tinggal kita melalui media sosial.” Tambahnya. (MG-01)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: