Stasiun Cilegon Diteror SMS, Ancam Ledakkan Gerbong Kereta Merak-Rangkasbitung

Petugas Gegana bersiaga di Stasiun Cilegon dan melakukan penyisiran di Gerbong Kereta tujuan Merak-Rangkasbitung. Lukman Hapidin//Banten Pos.

CILEGON, BANPOS – Pengamanan ketat dilakukan  Tim Gegana Polda Banten di Stasiun Cilegon yang berada di Kecamatan Jombang,  setelah mendapatkan laporan adanya ancaman teror bom.
Tim Gegana tampak melakukan penjagaan dan penyisiran di lokasi stasiun dan Gerbong- Gerbong Kereta tujuan Merak-Rangkasbitung tersebut.
Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan Tim  Gegana  dilengkapi senjata laras panjang dan rompi anti peluru.  Dan tampak bersiaga di stasiun.
Menurut informasi yang didapat, ancaman teror tersebut melalui pesan SMS kepada salah satu petugas kereta.
Mendapati informasi adanya ancaman teror tersebut, petugas kereta langsung  melaporkan  ke petugas Polres Cilegon. Sehingga kemudian Polres Cilegon langsung berkoordinasi dengan Tim Gegana Polda Banten.
Selama penyisiran berlangsung, para penumpang yang berada di dalam gerbong kereta diturunkan terlebih dahulu demi keamanan.
Setelah  30 menit dilakukan penyisiran, para penumpang kembali naik ke dalam Gerbong Kereta dan kemudian diberangkatkan menuju tujuan akhir stasiun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.
Kepala Detasemen Gegana Satbrimob Polda Banten, AKBP Indra Yanitra Irawan mengatakan, setelah dilakukan penyisiran pihaknya tidak menemukan adanya bom di lokasi Stasiun Cilegon dan Gerbong Kereta tujuan Merak-Rangkasbitung.
“Kita  turunkan dua unit petugas (gegana-red). Demi menjaga keamanan  stasiun dan khususnya masyarakat kita melakukan aksi cepat apapun itu bentuk aksi terornya,” jalas Indra.
Sementara itu, Kepala Stasiun Cilegon, Muhammad Azizi menjelaskan peristiwa ancaman teror tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB yang ditujukan kepada kondektur Kereta Api Nomor 469.
“Kondektur KA 469 menerima sms bahwa ada ancaman teror bom, kita selaku pegawai stasiun langsung menghubungi Polres Cilegon, lalu kemudian Polres Cilegon langsung menghubungi Gegana Polda Banten,” terangnya.
Aziz mengaku lega karena tidak ditemukan adanya bom, setelah dilakukan penyisiran di stasiun dan gerbong-gerbong.
“Iya, alhamdulillah setelah dilakukan penyisiran tidak terjadi apa-apan dan tidak ditemukan adanya bom, ini hanya sebatas teror saja. Namun demikian demi keamanan dan memberikan rasa kenyamanan penumpang kami lapor kepada petugas,” terangnya.
Saat ini kasus teror tersebut telah ditangani Polres Cilegon untuk dilakukan penyisiran.
“HP Kondektur masih ditahan Polres Cilegon untuk diselidiki lebih lanjut. Untuk Kata-kata SMS ancamannya, saya tidak terlalu hafal, yang pasti, isinya ada ancaman bom dan gerbong kereta akan diledakan,” pungkasnya. (CR-02)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: