Jelang Mudik Lebaran, Pelabuhan Merak Tak Jual Tiket Elektronik

Tim PT ASDP Ferry Indonesia Cabang Merak saat pertama kali pengoperasionalan pintu manual, (1/6/2018) dini hari. Herlin Saputra//Banten Pos.

CILEGON, BANPOS – Untuk memperlancar arus mudik dan arus balik 2018 di pelabuhan Merak, Banten. Tepat pukul 00.00 WIB, Jumat, 01 Juni 2018, dua Minggu sebelum hari raya Idul Fitri, PT ASDP Ferry Indonesia Cabang Merak, mengambil alih penjualan tiket, yang kini dikelola sendiri.

“Mulai hari ini, dikelola sendiri oleh PT ASDP. Bukan hanya terjadi di Merak, tapi juga di Bakauheni,” kata Direktur operasional dan teknik PT ASDP Ferry Indonesia, La Mane saat ditemui di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Jumat (01/6/2018) dini hari.

Sebelumnya, penjualan tiketing dilakukan oleh PT Mata Pensil, dimana, penentuan golongan kendaraan, harga tiket dan manifest dilakukan secara otomatis.

Namun kini, semua dilakukan secara manual, dengan mengetik di komputer yang tersedia di setiap loket penjualan tiket masuk Pelabuhan Merak.

“Sistem penyempurnaan sedang dibangun, cuma karena ini belum terlaksana,” terangnya.

Pihaknya mengklaim penjualan tiket menjadi lebih cepat, dari sebelumnya 30 detik, menjadi 24 detik per kendaraan.

“Kami optimistis, karena sudah kami uji coba di cabang kami yang lain,” ujarnya.

Sedangkan pihak mata pensil mengaku, sistem yang dipakai dalam kurun waktu sekitar dua setengah tahun, telah dipatenkan di Kemenkumham.

Sistem yang dipakainya, yakni menggunakan scanner untuk pendataan manifest, mengukur jenis kendaraan dan mengetahui beban kendaraan yang akan masuk ke dalam kapal.

“Dulu ada di front in, loket kendaraan dan penumpang. Disitu ada id card, sim dan tanda pengenal lainnya, selanjutnya ditentukan sensor kita, golongan seperti apa,” kata Brand Manager PT Mata Pensil Cabang Merak, Edo Yanuar.

Saat ini pihaknya tengah melakukan pembongkaran terhadap aset-asetnya yang pernah digunakan untuk melakukan pengawasan jualan tiketing secara elektronik di pelabuhan paling barat Pulau Jawa tersebut.

“Jadi malam ini, semua perangkat kita akan di ambil, perangkat komputer, barier, tiang sensor. Abis itu mematikan server kita,” ujarnya. (CR-01)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: