BI Banten Prediksi Uang Kartal Meningkat Jelang Lebaran, Ini Jumlahnya

Pimpinan BI bersama unsur Muspida berfoto bersama, di Alun-alun Barat, Kota Serang (30/5). Herlin Saputra//Banten Pos.

SERANG, BANPOS – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2018, Bank Indonesia (BI) memperkirakan adanya peningkatan kebutuhan uang kartal, sesuai pola musiman.

Kepala BI Banten, Rahmat Hernowo mengatakan, pada ramadan atau idul fitri 2018 ini, diperkirakan kebutuhan akan uang tunai (outflow) secara nasional meningkat sebesar 15,3 persen menjadi Rp188,2 triliun dibandingkan periode 2017 (Rp163,2 triliun).

“Adapun penambahan kebutuhan uang kartal untuk Provinsi Banten berdasarkan data proyeksi dari perbankan adalah sebesar Rp1,5 triliun,” ujarnya di Alun-alun, Kota Serang, Rabu (30/5/2018).

Pihaknya juga akan menempuh tiga strategi dalam melayani kebutuhan uang tunai. Diantaranya, peningkatan distribusi dan persediaan uang tunai dikantor pusat dan kantor perwakilan dalam negeri. “Akan melakukan peningkatan layanan kas kepada stakeholders dan kerjasama layanan penukaran dengan perbankan dan pihak lainnya,” paparnya.

Untuk melayani kebutuhan masyarakat akan uang kartal pecahan kecil, Bank Indonesia telah mempersiapkan layanan kas, baik melalui jaringan kantor Bank Indonesia maupun bekerjasama dengan jaringan perbankan.

“Di tengah meningkatnya kebutuhan akan uang tunai, BI juga berupaya untuk memadukan layanan tunai dan non tunai dalam rangka mewujudkan less cash society dengan memanfaatkan sarana non-tunai dalam bertransaksi. Dalam kegiatan penukaran bersama kali ini, selain dilakukan cash to cash, dimungkinkan juga bagi masyarakat pemilik rekening untuk melakukan penarikan dana dari tabungannya menggunakan kartu ATM di EDC Perbankan guna mendapatkan uang dengan pecahan kecil,” katanya.

“Namun untuk kegiatan kali , baru BNI yang siap dengan penyediaan EDCnya karena keterbatasan waktu bagi bank lain untuk mempersiapkan EDC masing-masing,” jelasnya.

Selain itu, masih kata Rahmat, guna meningkatkan efisiensi dan keamanan bertransaksi pihaknya juga terus mendorong penggunaan transaksi uang elektronik antara lain untuk penggunaan jalan tol .

“Untuk itu para calon pemudik yang akan melewati jalan tol perlu memastikan ketersediaan dan atau kecukupan uang elektronik sebelum melewati jalan tol,” katanya.

“Selain tol, juga akan terus dilakukan pengembangan ke berbagai jenis transaksi lainnya,” tambahnya. (CR-01)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: