Pupuk Subsidi di Banten Baru Terserap 37,4 Persen

Ilustrasi Pupuk Bersubsidi

SERANG, BANPOS – Hingga pertengahan bulan Mei ini, jatah pupuk bersubsidi yang diberikan oleh pemerintah kepada petani di Provinsi Banten, baru terealisasi sebanyak 37,4 persen atau 46. 141 ton dari kuota 122.410 ton.

Berdarakan SK Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Nomor 901/02-Distan/2018 tentang Alokasi Kebutuhan Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian tahun 2018, ada lima jenis pupuk yang diberikan yakni, Urea, SP-36, ZA, NPK dan Oranik sebanyak 122. 410 ton.

Secara rinci pupuk tersebut disebar ke Pandeglang untuk jenis Urea 20. 015 ton, SP-36 7. 318 ton, ZA 598 ton, NPK 7. 854 ton dan Organik 2. 263 ton. Lebak untuk Urea 13. 434 ton, SP-36 5. 852 ton, ZA 139 ton, NPK 7. 550 ton dan Organik 1.949 ton. Kabupaten Tangerang, Urea 12,452 ton, SP-36 2,098 ton, ZA 536 ton, NPK 4,292 ton dan Organik 1,174 ton.

Di Kabupaten Serang, pupuk Urea 16 ribu ton, SP-36 4. 925 ton, ZA 179 ton, NPK 5. 986 ton, dan Organik 1. 637 ton. Kota Serang, Urea 2. 850 ton, SP-36 445 ton, ZA 20 ton, NPK 1. 182 ton dan Organik 223 ton. Kota Tangerang, Urea 350 ton, SP-36 40 ton, ZA 45 ton, NPK 53 ton, dan Organik 14 ton, Cilegon. Urea 428 ton, SP-36 150 ton, ZA 11 ton, NPK 178 ton, dan Organik 49 ton, Tangsel, Urea 11 ton, SP-36 dan ZA masing-masing 2 ton, NPK 5 ton dan. Organik 1 ton.

Sedangan pupuk subsidi yang sudah terealisasi, jenis Urea 24.745 ton (38 persen), SP-36 8.87 ton (43 persen), ZA 424 ton (40 persen), NPK 9. 869 ton (36 persen) dan, Organik 2.246 ton (30 persen).

Kepala Distan Banten, Agus M Tauchid, Rabu (23/5/2018) mengungkapkan berdasarkan laporan dari produsen pupuk bersubsidi dan monitoring lapangan, penyerapan pupuk belum mencapai angka 40 persen. Serapan akan terlihat tajam, ketika memasuki musim tanam.

“Realisasi pupuk bersubsii kita, sjika dilihat dari musimnya dibilang sangat tinggi, diangka 37 persen. Karena nanti penggunaan pupuk dimusim tanam pada bulan mendatang,” katanya.

Ia menjelaskan, dengan musim tanam selanjutnya, petani-petani akan kembali datang untuk membeli pupuk bersubsidi ke pengecer resmi dan telah ditentukan dimasing-masing wilayah.

“Setiap pembelian pupuk bersubsidi itu harus membawa Kartu Tani yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat melalui bank yang ditunjuk oleh pusat. Untuk Banten oleh BRI,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Kelompok Petani Andalan dari Kota Serang, Masri mengeluhkan pemberian pupuk bersubsidi jenis Urea, yang tidak sesuai dengan kebutuhan. Mereka harus membeli sisa kekurangan pupuk non subsidi dengan harga Rp6 ribu perkilogram, sedangkan yang subsidi Rp1.800 perkilogramnya.

“Selama ini petani dikita hanya memperoleh pupuk subsidi jenis Urea 154 kilogram. Sisanya 56 kiloram itu, petani harus beli yang nonsubsidi,” kata Masri. (RUS)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: