Hijab Temani Eva Keliling Luar Negeri Gratis

Seorang tokoh pemudi Serang, Eva Fadhillah Mahasiswi S-2 di Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta ini berhasil mewujudkan mimpinya keliling luar negeri gratis.

SERANG , BANPOS – Seorang tokoh pemudi Serang asal Kampung Pengasinan Kecamatan Waringinkurung, Eva Fadhillah yang sedang menyelesaikan srata dua (S-2) di Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta ini berhasil mewujudkan mimpinya keliling luar negeri gratis dengan hijabnya yang selalu ia anggap sebagai identitasnya.

“Kemanapun kita pergi dengan hijab, kita sama halnya dengan sedikit berdakwah. Tidak harus dengan kata-kata, tetapi juga bisa dilakukan dengan aksi nyata. Berhijab termasuk syiar bil haal. Sejatinya, hijab itu pelindung yang hakiki.” ujar Eva saat ditemui di kediamannya kepada BANPOS, Rabu (23/5).

Selama kuliah, wanita peraih The Winner of Islamic Scientific Writing in Muslim Law Fair Competition Gadjah Mada University ini, selain memberanikan diri untuk menggali mimpinya, dengan giat belajar, doa, dan usaha. Ia juga mencoba menggali kesempatan ke luar negeri secara gratis, melalui kegiatan yang ia jalani dengan relasi.

“Pertama kali ke LN (Luar Negeri) itu acara konferensi internasional di Instanbul Turki. Disini aku harus buat paper penelitian dan ada seleksinya juga. Kalau paper penelitian kita dianggap bagus, nanti kita diundang buat presentasi papernya. Dan allhamdulillah lolos dan jadi berangkat, awalnya memang tidak gratis, tetapi  aku buat gratis karena aku mengajukan proposal pendanaan ke kampus. Ibarat kata jual prestasi biar kampus mau danain. Syukur allhamdulillah bisa cair cukup banyak. Dan aku bisa berangkat.” ungkap Eva.

November 2016 silam, Eva pernah menginjakkan kakinya di Kanguru, Australia dengan keberhasilannya lolos beasiswa Mora Scholarship dari Kementerian Agama RI dan mengikuti Leadership Training di Australia secara gratis.

Wanita berumur 24 tahun ini sudah mengunjungi Istanbul, Malaysia, Singapura, Melbourne, Australia secara gratis. Baginya, memiliki kesempatan keluar negeri gratis bukan hanya sekedar jalan-jalan, tetapi juga bisa belajar mengenal sejarah dan budaya negara itu sendiri, serta meningkatkan keimanan agar perjalanan bisa lebih bermanfaat.

Mahasiswi S2 Jurusan Hukum Islam ini saat ini tengah menunggu hasil usahanya untuk kembali merasakan ke luar negeri yakni Jerman secara gratis. Ia juga memiliki harapan untuk berziarah ke Negara-negara di Benua Eropa untuk mempelajari jejak-jejak islam di sana. (MG-01)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: