Sepi Pedagang, Showroom Emping di Gunung Sari Mubajir

Pasar Showroom Emping di Desa Luwuk, Kecamatan Gunungsari yang mubajir, tidak ada satu pun ruko yang digunakan.

SERANG, BANPOS – Pasar Showroom Emping di Desa Luwuk, Kecamatan Gunungsari sepi dari para pedagang atau tidak beroperasi.

Padahal, jalan raya Gunungsari-Mancak ramai dilintasi para wisatawan karena menjadi jalan alternatif menuju kawasan pariwisata Anyer-Cinangka maupun sebaliknya.

Pantauan BANPOS, pasar showroom emping tidak tampak ada perawatan. Rumput liar menyelimuti area pasar tersebut. Termasuk mushola yang dibuatkan berbarengan dengan gedung-gedung lainnya tidak terawat. Rumput disekitar pasar itu mencapai lutut. Satu gedung diantaranya menjadi tempat nongkrong pelajar.

Jika melihat satu persatu ruko yang pada awalnya dijadikan pusat pemasaran emping tersebut, hanya tertutup rapat. Paving blok yang sudah terpasang juga tampah mulai mucul rumput liar pada bagian pinggirnya. Selain itu, kamar mandi juga seperti biasa digunakan tapi tidak terawat, bau kotoran pun menyengat.

Sementara pada bagian depan, terdapat bangunan yang digunakan warga untuk berjualan. Seperti jualan makanan ringan, dan kelapa muda. Warung kecil itu pun selalu ramai pembeli. Sebab, menjadi tempat peristirahatan pengendara yang melintas. Baik yang bertujuan ke kawasan wisata Anyar juga Kota Serang.

Kepala Disperindagkop Kabupaten Serang Abdul Wahid mengatakan, sebelumnya pasar tersebut sudah dioperasikan. Namun, tidak ada satu pun pengusaha emping yang mau memakai ruko-ruko di pasar tersebut.

“Kan sudah dipungsikan, karena sepi pada tutup,” ujar Abdul kepada BANPOS melalui pesan singkat, Kemarin.

Melihat persoalan tersebut yang terus berlarut-larut, Abdullah menegaskan, perlu ada sinergisitas antar OPD yang berkaitan untuk sama-sama mengaktifkan pasar tersebut.

“Jadi harus terpadu dengan pariwisata, perhubungan, DPUPR Kabupaten Serang, dan Disperindagkop,” paparnya melalui pesan yang sama. (IMI)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: