Pupuk Bersubsidi Langka, Petani di Kota Serang Mengeluh

SERANG, BANPOS – Selain adanya masalah pada lahan pertanian banyak dijadikan perumahan, kini giliran para petani di Kota Serang mengeluhkan keberadaan pupuk bersubsidi yang diberikan oleh pemerintah tidak sesuai dengan kebutuhan.

Ketua kelompok Tani Andalan yang berada di Kota Serang, Masri menurutnya, setiap satu hektar sawah petani membutuhkan 200 kilogram pupuk urea.

“Selama ini petani di kita, hanya memperoleh pupuk subsidi jenis urea sebanyak 154 kilogram. Sisanya, yang 56 kilogram itu, petani harus beli pupuk non subsidi,” katanya saat ditemui di Kota Serang, Minggu (20/5/2018).

Dikatakan Masri, petani kewalahan jika harus membeli pupuk non subsidi dengan harga Rp 6 ribu perkilogram, sementara pupuk subsidi bisa didapat hanya dengan Rp1.800 perkilogram.

Ia menjelaskan, kekurangan pupuk subsidi tersebut, membuat biaya tanam padi di Ibu Kota Provinsi Banten itu cukup tinggi, sehingga hasil panen yang didapat kurang menguntungkan para petani.

Menyikapi hal tersebut Kepala Dinas Pertanian Kota Serang, Anis Salam mengakui, selama ini distribusi pupuk bersubsidi di Kota Serang masih terbatas. Atas hal ini pihaknya tak dapat berbuat banyak.

Lanjutnya, pendistribusian pupuk bersubsidi tersebut dilakukan dengan mekanisme by name by address kepada 7.567 petani di Kota Serang.

“Pupuk yang kami berikan itu terdiri urea, Za, organic dan tanam pangan,” katanya.

Ia menjelaskan, untuk memenuhi kebutuhan pupuk para petani, pihaknya sudah mengajukan kebutuhan pupuk tersebut kepada Pemprov Banten.

Ditempat berbeda Wakil Walikota, Serang Sulhi Choir mengatakan, pupuk subsidi yang disalurkan pemerintah harus diberikan kepada petani jangan di jual lagi.

“Pupuk  bersubsidi jangan dijual, yang membuat petani merugi. Melainkan harus disimpan untuk keperluan dan kebutuhan bercocok tanam seperti padi di Kota Serang,” kata Sulhi, di Kota Serang.

“Insya allah, Kota Serang tidak akan kekurangan (pupuk bersubsidi, red) jika disalurkan dengan baik,” tambahnya. (CR-01)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: