Pasar Murah Ramadan di 8 Kabupaten/Kota, Tunggu Jadwal Gubernur

Ilustrasi

SERANG, BANPOS – Pasar murah akan digelar oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperidag) Banten di delapan titik kabupaten/kota. Namun  hingga kini, jadwal kegiatan tersebut masih menunggu kepastian jadwal safari ramadhan, Gubernur Banten dan Wakilnya, Wahidin Halim-Andika Hazrumy.

“Kita sesuaikan sama jadwal pimpinan, misalkan pasar murah di Pandeglang nah sebelum safari pagi atau sorenya kita gelar pasar murah di situ. Yang jelas kita masih koordinasi,” ujar Kepala Disperindag Banten Babar Suharso, Jumat (18/5/2018).

Selain delapan titik tadi, kata Babar, pihaknya juga tetap akan menggelar pasar murah di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B),Curug, Kota Serang.

“Kalau yang sudah-sudah, (pasar murah) itu di minggu ke dua Ramadan. Jadi bedanya dengan tahun lalu, kalau yang di KP3B tetep, cuma kita berencana buka juga di kabupaten/kota,” imbuhnya.

Dijelaskan Babar, pasar murah itu digelar dengan tujuan memudahkan masyarakat yang kurang mampu membeli bahan-bahan pokok. Sekaligus antisipasi naiknya harga sembako yang acap terjadi pada bulan Ramadan.

“Kita berharap masyarakat (kurang mampu) dapat mendapatkan manfaat pasar murah,” katanya.

Mengenai adanya kenaikan sejumlah komoditas pada puasa ini, Babar mengaku, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota.

“Khusus ayam dan telur kita koordinasikan. Kalau cabai kita pantau panennya, karena bukan masa panen. Tapi suplai cabai pada bulan Mei dan Juni paling tidak bisa sampao 20 persen, sisanya kita akan minta bantuan ke Pasar Induk Tanah Tinggi dan distributor cabai,” jelas dia.

Ia juga mengaku dalam waktu dekat, pihaknya akan menggelar rapat koordinasi dengan beberapa instansi dan kementerian terkait persiapan hari besar.

Sementara, untuk mengantisipasi harga-harga kebutuhuan pokok yang terus naik, sejumlah upaya terus dilakukan pemprov. Salah satunaya mensosialisasikan pembelian daging beku.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian (Distan) Banten Agus M Tauchid, pihaknya meminta kepada masyarakat untuk tidak takut membeli dan mengkonsumsi daging beku. Ia juga menilai produk daging beku lebih higienis.

“Kata siapa daging beku nggak enak. Justru kita mau kampanyekan dan memberikan edukasi jika daging beku itu layak dikonsumsi, sehat dan higienis,” imbuhnya.

Mengenai stok daging jelang Ramadan, kata Agus, untuk daging sapi baru mencapai 3 ribu ton. Meski begitu, masyarakat todak perlu khawatir, karena stok daging Bulog dan importir masih mencukupi.

“Untuk stok daging kerbau di Banten masih melimpah. Sama juga untuk dagung unggas dan telur stok masih aman,” ujarnya.

Lebih lanjut, Agus menjelaskan, untuk stok beras pada Mei hingga Juli bahkan Agustus di Banten masih relatif aman. “Jadi Ramadan ini (beras) masih cukup,” jelasnya.

Namun, untuk harga jual beras, pihaknya harus mewaspadai pergerakan pasar antar provinsi. Ia juga mengungkapkan, khusus cabai dan bawang merah, Banten masih mengandalkan pasokan dari luar provinsi. Hal itu diaebabkan produksi cabai dan bawang di Banten hanya sampai 20 persen.

“Produksi cabai Banten 15 persen dan bawang merah 5 persen. Kita berharap rantai distribusi tidak terganggu,” pungkasnya. (RUS)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: