Mayoritas Pengembang Perumahan Kabur, Tinggalkan Fasos-Fasum Tak Layak

 

 

Wakil Walikota Serang, Sulhi Choir Saat melakukan peletakan batu pertama perumahan griya kartika Serang, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, (18/5). Herlin Saputra//Banpos.Wakil Walikota Serang, Sulhi Choir 

 

 

 

 

 

 

SERANG, BANPOS – Pemkot Serang menyatakan banyaknya pembangunan rumah bersubsidi di daerahnya sangat tepat, karena hal itu sangat membantu untuk masyarakat yang berpenghasilan rendah.

Hal tersebut disampaikan saat melakukan lounching dan peletakan batu pertama Perumahan Griya Kartika Indah Serang, di Kecamatan Taktakan, Jumat (18/5).

Menurutnya, perumahan semakin hari semakin mahal, pihaknya sangat mendukung pembangunan perumahan ini yang juga disediakan oleh Pemkot Serang.

“Rumah bersubsidi ini jangan disalahgunakan tapi diperuntukan untuk rakyat kecil, tapi jangan di perjual belikan, kalau sudah diperuntukan untuk masyarakat harus dimanfaatkan bukan untuk diperjual belikan, bukan untuk keuntungan, tapi supaya masyarakatnya sejahtera punya tempat tinggal yang layak, penghuni perumahan yang asri yang sehat,” papar Sulhi.

Sedangkan untuk perijinannya, lanjut Sulhi, sudah selesai dan tinggal pembangunannya saja. Ia juga menghimbau kepada developernya agar bertanggung jawab setelah pembangunan ini selesai. Pasalnya banyak pengembang perumahaan yang melarikan diri setelah pembangunan rumah 100 persen, padahal fasilitas sosial dan fasilitas umumnya yang sudah tidak layak bagi penghuni perumahan.

“Biasanya perumahan menjadikan kendala seperti sampah, jalan rusak dan yang lain sebagainya, nanti ini jalan kan sudah bagus tinggal perbaikan-perbaikan saja tinggal developernya membuat fasilitas-fasilitasnya termasuk sarana jalan lingkungan, pasum-pasumnya itu harus disediakan juga,” katanya.

Ia juga menargetkan rumah bersubsidi itu syaratnya untuk rakyat yang tidak mampu. “Artinya yang berpenghasilan rendah tidak boleh dijual sama orang lain,” ucapnya.

Ditempat sama, Kadis Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Kota Serang, Hidayat mengatakan, saat ini pihaknya gencar melakukan sosialisasi kepada perumahan-perumahan, agar ketika perumahan sudah jadi 100 persen pihak developer tidak melarikan diri.

“Ketika pembangunan sudah selesai pihak developer harus segera menyerahkan ke Pemkot Serang. Tidak harus 100 persen pembangunannya, 50 persen juga bisa, karena bertahap misalnya berapa unit dulu, terus jalannya, drainase nya, PJU nya diserahkan, boleh bertahap, artinya tidak harus 50 persen bagus,” katanya.

Banyaknya pengembang ketika perumahan sudah dibangun 100 persen meninggalkan tanggung jawab, ia menjawab, sekarang sedang diperoses penyerahan dari pengembang ke Pemkot Serang, kalau sudah diserahkan pemkot bisa berperan disitu.

“Bisa memperbaiki infrastrukturnya, bisa menyediakan angkutan sampahnya, bisa menyediakan PJU nya dan lain sebagainya. Selama ini kan pengembang selesai pembangunan ditinggal melarikan diri sehingga menerbengkalaikan masyarakat,” ujarnya.

Untuk saat ini, pihaknya mengalami kesulitan untuk memberikan sanksi ketika pembangunan sudah selesai, pengembang melarikam diri, pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa.

“Sebetulnya dalam hal ini ada sanksi, tapi kami mengalami kesulitan untuk menerapkan sanksi itu. Karena memang belum tersosialisasikan,” tandasnya. (CR-01)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: