FKUB Kota Serang Desak DPR RI Segera Rampungkan Revisi UU Antiterorisme

Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Serang serta Polres Serang Kota, saat foto bersama

SERANG, BANPOS – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Serang serta Polres Serang Kota mengecam Bahwa tragedi Bom Bunuh diri di beberapa Gereja di Surabaya Jawa Timur merupakan tindakan tidak beradab dan tidak berprikernanusiaan. Hal ini terungkap pada acara rapat bersama FKUB Kota Serang tentang tragedi bom bunuh diri di Surabaya.

Acara yang digelar di kantor FKUB Kota Serang dihadiri oleh ketua FKUB Kota Serang Asnawi Syarbini, Sekretaris FKUB Kota Serang Amas Tadjuddin serta Pendeta Andronikus R (Protestan), Romo Sanjaya (Khatolik), Aris Widodo (Hindu), Ateng Ginarto (Budha) dan Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin, Senin (14/5/2018).

Salah satu hasil rapat FKUB Kota Serang mendesak kepada DPR RI agar segera merampungkan Revisi Undang-undang Anti terorisme yang hingga kini belum juga selesai.

“Undang-undang antiterorisme sudah di bahas beberapa tahun dan belum disahkan sampai hari ini. Oleh karna itu, ketika terjadi insiden seperti ini penanganan dengan undang-undang terorisme yang lama tidak memadai,” kata Sekertaris FKUB Kota Serang, Amas Tadjuddin kepada awak media.

Untuk itu, FKUB dari seluruh pimpinan majelis agama Islam, Budha, Hindu, Kristen, Konghucu mendorong ada percepatan pengesahan UU tersebut setelah adanya aksi terorisme di Surabaya, Jawa Timur.

“Kalau ternyata belum juga dapat di sahkan, maka kami meminta bapak presiden untuk mengeluarkan peprpu dalam rangka segera menangani persoalan terkait tindakan terorisme itu,” ujarnya.

Untuk diketahui, Pemerintah sudah menyerahkan terkait revisi uu antiterorisme ke DPR pada bulan Februari 2016 yang lalu.

“Padahal Undang-undang itu tetoris pegangan penegak hukum untum melakukan sesuatu dengan baik dan benar,” jelasnya.

Terkait adanya aksi terorisme di Surabaya dan Sidoarjo yang sudah memakan korban jiwa belasan orang, FKUB mengutuk tindakan tersebut.

“Meyakini tidak ada ajaran manapun yang membenarkan dan mendoktrinasi aksi bom bunuh diri di tempat ibadah untuk kepentingan apapun,” tandasnya. (CR-01)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: