Latsitardanus Ke 38 2018 Resmi Ditutup

Upacara Penutupan Latsitardanus Ke 38 2018, yang digelar di Alun-alun Kota Serang, Selasa (8/5/2018)

SERANG, BANPOS – Sebanyak 927 peserta yang terdiri dari terdiri 225 Taruna Akmil, 102 Taruna AAL, 120 Taruna AAU, 279 Taruna Akpol , 100 Praja IPDN serta 100 Perwakilan mahasiswa perguruan tinggi Provinsi Banten, mengikuti upacara penutupan Latsitardanus ke-38 tahun 2018, yang digelar di Alun-alun Kota Serang, Selasa (8/5).

Suasana haru menyelimuti kegiatan penutupan Latsitardanus ke-38, yang dilakukan Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri Komjen Polisi Unggung Cahyono dan bertindak sebagai Komandan upacara yakni Komandan Resimen Taruna Latihan (Danmentarlat) Latsitardanus ke 38/2018, Kolonel Marinir Umar Farouq yang jabatan sehari-hari adalah Komandan Resimen Akademi Angkatan Laut (Danmen AAL).

Hadir dalam upacara penutupan yaitu Danjen Akademi TNI Laksamana Madya TNI Siwi Sukma Adji, Gubernur Akmil Mayor Jenderal TNI Eka Wiharsa, Gubernur AAL Laksamana Muda TNI Wuspo Lukito, Gubernur AAU Marsekal Muda TNI Sri Mulyo Handoko, Gubernur Akpol Irjen (Pol) Rycko Amelza Dahniel, Kapolda Banten Brigjen Pol. Listyo Sigit Prabowo, Rektor IPDN Ermaya Suradinata, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, pejabat utama Mabes TNI, tokoh masyarakat pejabat instansi militer dan pemerintahan setempat serta para orang tua asuh Taruna.

Pada upacara penutupan ini Kalemdiklat Polri membacakan sambutan Kapolri Jenderal Polisi Prof. Tito Karnavian, yang menyampaikan bahwa pelaksanaan Latsitardanus merupakan realisasi kurikulum pendidikan integratif Taruna Akademi TNI dengan Taruna Akademi Kepolisian tingkat akhir sebelum menyelesaikan tugas pendidikan dan pelatihan untuk dilantik menjadi sorang perwira. Kegiatan ini dilaksanakan bersama-sama dengan Praja IPDN dan perwakilan mahasiswa setiap tahun.

Lebih lanjut Kapolri mengatakan, Latsitardanus ke 38/2018 yang dilaksanakan di empat wilayah Provinsi Banten mulai tanggal 12 April sampai dengan 08 Mei 2018, bertujuan untuk menumbuhkembangkan moralitas kejuangan, jiwa dan semangat integrasi Taruna serta menumbuh kembangkan semangat kemanunggalan TNI/Polri dengan masyarakat sebagai bekal dalam menyongsong tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.

Sedangkan sasaran latihan adalah untuk memberikan wawasan kepada Taruna, Praja dan mahasiswa untuk lebih mengenal statistik suatu daerah sebagai bagian dari wilayah NKRI, memberikan pembelajaran, pelatihan dan pengalaman kepada peserta latihan tentang koordinasi dan kerja sama dengan lembaga pemerintah daerah dan masyarakat serta untuk memupuk rasa persaudaraan, kebersamaan, kekeluargaan, persatuan dan kesatuan antara peserta latihan serta antara para Taruna, Praja, mahasiswa dengan masyarakat.

Selain itu, Kapolri menegaskan kegiatan Latsitardanus ke-38/2018 mempunyai nilai strategis solusi sejak dini yang merupakan bagian kegiatan dalam kemitraan untuk menyelesaikan konflik sosial yang akan dihadapi dalam penugasan yang akan datang oleh Taruna Akademi TNI, Akpol, Praja dan mahasiswa.

Diketahui, alasan Provinsi Banten dipilih menjadi lokasi pelaksanaan Latihan Integrasi Taruna Wreda (Latsitardanus ke-38) menurut Danjen Akademi TNI Laksamana Madya TNI Siwi Sukma Adji, adalah karena Banten secara geografis sangat strategis, sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Jakarta, wilayah laut yang juga strategis yang berada di jalur pelayaran internasional, dan beberapa hal lainnya, sehingga sangat cocok untuk pelaksanaan Latsitarda.

“Saya berharap, nantinya para taruna yang mengikuti Latsitardanus ke-38 ini memiliki satu jiwa kebersamaan. Kebersamaan tersebut meliputi antar masyarakat, TNI-Polri, dan komponen lainnya, sehingga tercipta satu kunci kekuatan bangsa,” ungkap Siwi Sukma yang ditemui usai upacara.

Sedangkan Gubernur Akpol Irjen (Pol) Rycko Amelza Dahniel, berucap bersyukur pelaksaan Latsitardanus ke-38 berjalan sesuai yang diharapkan.

“Rasa syukur saya ucapakan untuk semua elemen yang telah menciptakan suasana kegiatan Latsitardanus ini berjalan lancar tanpa ada satu masalah. Mungkin itu yang saya harapkan,” sahut Rycko Amelza Dahniel.

Sementara itu, Ibu Yati orang tua asuh asal Pandeglang yang rumahnya dijadikan tempat tinggal oleh 6 peserta Taruni, tak henti-hentinya meneteskan air mata saat melihat kegiatan upacara penutupan Latsitardanus ke-38 akan segera berakhir.

“Saya sedih karena akan ditinggal oleh para Taruni yang kurang lebih 3 minggu tinggal dirumah saya. Mereka baik dan sangat membantu masyarakat sekitar. Dan saya berharap mereka semua dapat jadi semua dan tidak lupa dengan kami,” kata Yati dengan tersenduh-senduh. (RUL)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: