Warga Puri Anggrek Protes Jalan Rusak

Kondisi jalan Perumahan Puri Anggrek, Kelurahan Teritih, Kecamatan Walantaka, Kota Serang. Salah satu pengendara jalan tengah melalui jalan berlubang, (30/4/2018). Herlin Saputra // BANPOS.

SERANG, BANPOS – Puluhan Warga perumahan Puri Anggrek, Kelurahan Teritih, Kecamatan Walantaka, Kota Serang protes jalan rusak dan berlubang yang tak kunjung diperbaiki oleh pihak developer (pengembang), Senin (30/4).

Pantauan BANPOS, disepanjang jalan diperumahan tersebut, beberapa pohon pisang dan tanaman lain sengaja ditanam warga ditengah jalan sebagai bentuk protesnya, selain itu terdapat tulisan-tulisan sindiran dari warga seperti ‘Selamat datang di wisata 1.000 lobang’ dan ‘Hati-hati anda memasuki kawasan berlubang’.

Selain menanam pohon, puluhan warga yang didominasi dari ibu-ibu ini sempat menggeruduk kantor developer membawa perabotan rumah tangga dan melakukan orasi. Namun, kantor tersebut dalam keadaan kosong.

Salah satu warga, Anggita (35) mengungkapkan Jalan di perumahan Puri Anggrek memang dari waktu ke waktu semakin rusak dan berlubang, saat masa penghujan datang jalanan tersebut seperti kubangan dan saat kemarau menjadi berdebu.

“Jalan kayak kubangan, apalagi musim hujan, kalau kemarau debunya minta ampun, padahal Puri Anggrek terbilang perumahan yang sangat laku, ramai dan harganya lumayan,” katanya kepada BANPOS.

Warga lain, Hasuni (30) menambahkan, perbaikan yang dilakukan seringkali hanya tambal sulam dan terbilang asal-asalan. Sehingga dengan mudah rusak kembali.

“Perbaikan cuma sekedar di tambal pakai kerikil disiram aspal seuprit, sangat asal-asalan. Saat ini dari ujung gerbang sampai ke belakang ditanami pohon pisang oleh warga, sebagai bentuk kekecewaan,” ucapnya.

Padahal, menurutnya, warga tidak tinggal diam dan sering melakukan protes. Tetapi hanya dianggap sambil lalu karena tidak ada perubahan pada jalan di perumahan tersebut. Dituturkannya warga berharap developer peduli atas kritikan warga dan segera dilakukan pembangunan.

“Sering demo, galang tanda tangan tapi tak digubris. Akhirnya sekarang puncaknya sepanjang jalan penuh ditanami pisang. Sepertinya kalau developer masih belum memenuhi tuntutan warga, demo akan terus berlanjut,” ujarnya.

Saat BANPOS hendak konfirmasi pihak developer, kantornya dalam keadaan sepi dan kosong. (CR-01)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: