Soal Hiburan Malam, Walikota Tak Tegas, GPSM : Mungkin Ada Bekingnya

Audiensi GPSM, Pemkot Serang dan DPRD Kota Serang tentang hiburan malam, (18/4/2018). Foto : Herlin Saputra / Bantenpos

SERANG, BANPOS – Gerakan Pengawal Serang Madani (GPSM) menduga tempat hiburan malam yang berada di Kota Serang itu dibekingi oleh oknum TNI dan Polri. Kondisi tersebut membuat Pemkot Serang tidak berani tegas tentang banyaknya tempat hiburan malam yang berdiri di Kota yang berjuluk Kota Madani ini.

“Ada 24 tempat hiburan malam yang berdiri, semuanya memiliki beking. Ini indikasi Walikota Serang tidak tegas atau Satpol pp tidak berbuat tegas, karena mungkin ada bekup-bekup ini,” kata Ketua GPSM, Ali Abdul Karim yang biasa disapa Haji Enting, kepada awak media saat disela-sela acara audiensi di ruang Anspirasi DPRD Kota Serang, Rabu (18/4/2018).

Lanjut Enting, dari oknum-oknum tersebut, ada oknum hanya sekedar backing, ada pula yang memang menanam saham. “Kalau pemilik mah tidak, hanya beliau-beliau ini menanamkan saham. Ini hasil dari investigasi kami. Kan berbagai kasus yang sudah kita lakukan langsung ke lokasi dan ternyata kita temukan indikasi, ada teman yang menanam saham, ada juga sebatas backing,” ucapnya

Satu contoh, lanjut Enting, yang daerah diroyal, dekat Pasarlama, Kota Serang itu dijadikan tempat hiburan, pihaknya pun sudah mengetahui orang-orangnya. “Ini juga sudah saya sampaikan ke komandannya masing-masing, dan para atasanya marah berat, pak Dandim marah sekali, ketika diperlihatkan foto dan bukti-bukti lainnya,” ujarnya

Untuk saat ini, kata Enting, pihaknya sudah membuat kesepakatan dengan semua pihak Pemkot Serang, DPRD Kota Serang untuk segera menutup 24 tempat tersebut yang juga sudah menyalahi perijinan dan berdiri di aset Negara. Ia juga memberikan batas waktu hingga sampai tanggal 10 Mei 2018.

“Hasilnya kita punya kesepakatan, yakni menyelesaikan masalah tempat-tempat hiburan yang menggunakan aset negara, ini akan kita gusur, oleh semua SKPD yang ada yang sudah disepakati untuk dirobohkan,” katanya

Kemudian, masih kata Enting, menertibkan perijinan yang disalahgunakan oleh cafe dan restauran karena kota serang ijinnya paling resto kalau tidak resto itu rumah makan.

“Itu akan ditertibkan, kalau bisa itu disegel untuk tidak bisa beroperasi kembali. Itu kesepakatan pertemuan untuk hari ini,” ujarnya

Tapi kata Enting, pihaknya akan melihat terlebih dahulu Satpol PP punya axtion atau tidak, karena arah rapat ke rapat hasilnya tidak ada hasilnya. Dan kami dari teman-teman GPSM akan selalu mendorong pemerintah Kota terutama Satpol pp dan Walikota yang punya tanggungjawab penuh akan selalu mendorong dan akan selalu mengikuti sampai kapan pun juga.

Untuk tindakan yang akan dilakukan GPSM jika tidak ada progres sesuai batas waktu, pihaknya yang akan bertindak artinya GPSM selama ini hanya memfasilitasi seterusnya, kata Enting, menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat dan lingkungan. “Kami hanya memfasilitasi dan membantu saja, kaya satu contoh, umpamanya pemuda Walantaka yang terabung di Fron Pemuda Walantaka, kalau mereka mau bertindak sendiri, kami GPSM lepas tangan,” katanya

Kalau untuk yang alih fungsi perijinan, kata Enting, kalau tidak ada tindakan, pihaknya akan membawa kepala OPD terkait ke lokasi. “Kami akan mengajak untuk langsung cek ke lokasi bareng-bareng,” ucapnya. (CR-01)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: