Awas Miras Oplosan Berkemasan Impor

Direktur Resnarkoba Polda Banten, Kombes Pol Yohanes Hernowo, di Mapolda Banten. Saat menunjukan Hasil Sitaan Miras Oplosan, (18/4). Foto : Herlin Saputra / Banten Pos.

SERANG, BANPOS – Bagi penikmat minuman keras impor, waspadalah. Kini telah banyak beredar miras oplosan berkemasan impor. Hal ini terungkap setelah Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Banten melakukan penggerebekan sebuah kamar kos, di Jalan Lingkar Selatan, Kota Cilegon, yang dijadikan tempat penyimpanan minuman keras (miras) oplosan, Senin (17/4/2018) malam.

Pada Penggerebekan tersebut polisi berhasil mengamankan 152 botol miras impor palsu yang merupakan hasil miras oplosan. Yang  dipimpinan langsung oleh Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Banten AKBP Supangkat.

Penggerebekan yang berlangsung sekitar pukul 20.00WIB itu berhasil mengamankan dua orang pelaku. Kedua pelaku tersebut selanjutnya dilakukan pemeriksaan di Polda Banten beserta barang bukti miras impor palsu.

“Masuk kategori oplosan (miras yang diamankan) karena bukan buatan pabrik,” ujar Direktur Resnarkoba Polda Banten, Kombes Pol Yohanes Hernowo, di Mapolda Banten, Rabu (18/4/2018).

Pengungkapan kasus miras impor palsu tersebut merupakan tindaklanjut dari informasi masyarakat yang diterima petugas. Informasi tersebut kemudian dilakukan penyelidikan ke lapangan

“Ada dua orang yang diamankan. Keduanya pengangguran yang sudah setahun menjual miras tersebut,” katanya

Berdasarkan barang bukti yang diamankan, miras impor palsu tersebut berlabel Chivas, Jack Daniels, Black Label dan merek lainnya.  Miras tersebut diperoleh kedua pelaku dari pemasok yang berada di Jakarta. “Beli di Jakarta. Belum sempat diedarkan (ratusan botol miras yang diamankan),” ucap

Menurut pengakuan kedua pelaku, miras tersebut dijual kepada konsumen melalui pesanan dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan harga yang sebenarnya

“kalau harga asli nya itu sekitar Rp1 juta sampai Rp1,5 juta , dia jual Rp100 ribu sampai Rp500 ribu,” katanya.

Kedua pelaku tersebut, kata Yohanes belum ditetapkan sebagai tersangka. Kasus miras tersebut masih dalam proses pemeriksaan saksi. Kedua pelaku terancam dengan Pasal 141 juncto Pasal 89 Undang-Undang RI Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan  yang ancaman pidananya selama dua tahun dan denda maksimal Rp4 miliar.

“Belum tersangka karena masih didalami dulu. Tidak ditahan (keduanya), kecuali mengakibatkan orang yang meninggal sumbernya dari dia (miras oplosan),” tuturnya. (CR-01)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: