18 Sampai 22 April Dispar Banten Gelar Seba Baduy

Gubernur Banten Wahidin Halim.

SERANG, BANPOS – Dinas Pariwisata (Dispar) Banten akan menggelar prosesi budaya Seba Baduy pada 18 sampai 22 April 2018. Tak hanya even Seba saja yang bisa dinikmati, potensi alam Banten dan wisata sejarahnya menjadi paket lengkap bagi wisatawan ketika turut serta dalam prosesi tersebut.

Gubernur Banten Wahidin Halim dan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy akan menyambut langsung masyarakat Baduy sesampainya di Kota Serang.

Kepala Dispar Banten Eneng Nurcahyati pada Rabu (18/4) menjelaskan, potensi pariwisata di Banten sangatlah besar dan lengkap. Baik wisata bahari, wisata alam hingga wisata sejarah yang dibalut dengan budaya yang sangat kaya. Dengan Festival Exciting Banten on Seba Baduy, akan mengangkat semua dan mengemasnya dengan baik.

“Banten selama ini menjadi tujuan warga Jakarta untuk berwisata. Bukan hanya jaraknya yang dekat, tetapi juga pesonanya yang luar biasa. Banten memiliki beberapa pantai yang menarik. Diantaranya Pantai Anyer, Pantai Carita, Pantai Karang Bolong, Pantai Sawarna, serta kawasan Tanjung Lesung. Deretan pantai ini selalu menjadi pilihan warga ibukota untuk berwisata. Bahkan Pantai Sawarna merupakan salah satu spot favorit untuk berolahraga surfing karena ombak nya cukup baik,” katanya.

Ditambah lagi kata Eneng, Banten mempunyai beberapa pulau yang sangat cantik. Diantaranya, Pulau Tunda dengan panoramanya yang rupawan, Pulau Sangiang yang begitu eksotis, atau Pulau Dua yang menjadi persinggahan burung-burung langka dari berbagai belahan dunia. Belum lagi, gunung api fenomenal yakni Gunung Anak Krakatau yang juga menjadi daya tarik tersendiri. Gunung yang juga menjadi bagian dari Provinsi Lampung itu pernah menghebohkan dunia dengan letusannya. Letusan yang dirasakan diberbagai benua dan ikut mempengaruhi iklim dunia.

“Provinsi Banten juga memiliki Taman Nasional Ujung Kulon. Taman Nasional ini menjadi rumah terakhir bagi badak bercula satu yang sangat langka. Kita juga memiliki banyak peninggalan cagar budaya masa lalu yang terhampar dari Tangerang Selatan hingga Banten Lama. Peninggalan cagar budaya tersebut berupa situs sejarah yang telah menjadi bagian perkembangan budaya Banten sejak dahulu kala. Karena Banten merupakan salah satu kota pelabuhan tertua di Pulau Jawa. Hal ini berlangsung sejak jaman kerajaan Banten. Ada Benteng Speelwijk, Keraton Kaibon, Masjid Agung Banten, Vihara Avalokitesvara, Keraton Surosawan serat Museum Situs Purbakala Kerajaan Banten,” ungkapnya.

Untuk Seba Baduy tahun 2018 masih dikatakan Eneng, dilaksanakan oleh dua organisasi perangkat daerah (OPD). Secara tradisi dikemas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan untuk gebyar festivalnya dikemas oleh Dinas Pariwisata.

“Festival Exciting Banten on Seba Baduy mulai dari Kabupaten Lebak yang juga akan memggelar berbagai event pendukungnya sejak tanggal 18-22 April. Sedangkan prosesi tradisinya pada tanggal 20 April. Di tingkat provinsi festival di gelar pada tanggal 20-22 April dan prosesi Seba-nya pada tanggal 21 April. Selain Seba Bupati Lebak dan Seba ke Gubernur Banten, masyarakat Baduy akan lakukan juga Seba Bupati Pandeglang tanggal 21 April dan Bupati Serang tanggal 22 April sebelum kembali ke Kanekes (kampung Baduy),” paparnya. (RUS)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: