Pekerjakan ABG, Mucikari Ditangkap Polisi

Petugas unit 5 PPA Sat Reskrim Polresta Tangerang mengamankan seorang Mucikari berinisial Dh. Foto : IMRON // SATELIT NEWS

MAUK, BANPOS – Petugas unit 5 PPA Sat Reskrim Polresta Tangerang menangkap mucikari berinisial Dh di hotel melati pantai Tanjungkait,  Desa Tanjung Anom,  Kecamatan Mauk,  Kabupaten Tangerang lantaran diduga menjadi mucikari wanita PSK dibawah umur atau ABG.

Kasat Reskrim  Polresta Tangerang Kompol Wiwin Setiawan menuturkan,  penangkapan terhadap mucikari berinisial Dh tersebut dilakukan setelah petugasnya mendapat informasi dari masyarakat bahwa di hotel melati pantai Tanjungkait,  Desa Tanjung Anom,  Kecamatan Mauk sering digunakan perdagangan orang.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, kata Wiwin,  unit 5 Reskrim Polresta Tangerang yang langsung dipimpin langsung Kanit IPTU Ferdo Elfianto melakukan penyelidikan di tempat tersebut.

“Ternyata benar, setelah dilakukan penyelidikan unit 5 Reskrim Polresta menangkap mucikari berinisial Dh bersama kedua korban berinisial WA (19), dan YW (16) yang dijajakan kepada lelaki hidung belang dengan harga sebesar Rp500 ribu,” kata Wiwin kepada wartawan saat dikonfirmasi melalui telepon, Minggu (15/4) .

Menurut Wiwin,  Dalam penangkapan tersangka, Polisi pun berhasil mengamankan berupa barang bukti yaitu, uang tunai sebesar Rp1,5 juta satu unit Hp merk VIVO tipe Y 21 warna putih, dua buah pack tisu basah merk mitu warna hijau, dua buah kondom merk Sutra (habis pakai), tiga helai tisu basah yang telah terpakai, dua buah kunci kamar No. 2 dan No. 3, satu, lembar kertas bukti pembayaran check in hotel.

“Tersangka dan barang bukti kami gelandang ke Mapolresta Tangerang guna penyelidikan lebih lanjut,” jelas Kompol Wiwin.

Wiwin menambahkan, tersangka dikenakan Pasal 10 UU RI NO. 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan atau Pasal 88 jo Pasal 76i UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.  “Tersangka Dh terancam penjara maksimal 15 tahun dan denda 600 juta,” pungkasnya.

Dihubungi terpisah,  Kapolsek Mauk AKP Teguh Kuslantoro membenarkan penangkapan ABG berinisial Dh di salah satu hotel melati di Pantai Tanjung Kait,  Desa Tanjung Anom namun kasus tersebut ditangani langsung oleh Polresta Tangerang.  “Penanganan Kasus dugaan TPPO ditangani langsung sama Polres kang,”  singkatnya.  (IMR/RED/BNN). 

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: