BI Banten : Perekonomian Banten Naik di Tahun Politik

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Rahmat Hernowo, saat menyampaikan perkembangan ekonomi Banten di tahun politik. LUKMAN HAPIDIN/BANTEN POS

SERANG, BANPOS –  Tahun 2018 merupakan tahun politik di empat kabupaten/kota yang ada di Provinsi Banten. Bank Indonesia (BI) Perwakilan Banten memprediksi bahwa di tahun politik ini angka pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten cukup baik.

Meskipun tahun politik dinilai sebagai tahun yang “riskan” namun demikian berdasarkan prediksi BI Banten pertumbuhan ekonomi di tahun 2018 ini dapat mencapai 5,6 – 6,1 Persen (yoy).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Rahmat Hernowo mengatakan perkiraan perekonomian Banten akan tumbuh ditahun politik.

“Kami memperkirakan tahun 2018 bisa tumbuh sekitar 5,6 sampai dengan 6,1 persen. Kemungkinan besar akan tumbuh di angka itu,” ujarnya usai mengelar diskusi dengan media terkait perkembangan ekonomi Banten di tahun politik, Jumat (13/4).

Lebih lanjut, ia menjelaskan, produsen tekstil, percetakan, serta usaha lain yang berkaitan dengan pelaksanaan pesta demokrasi sangat diuntungan dengan adanya pesta demokrasi di empat daerah, yakni di Kabupaten Lebak, Kota Serang, Kabupaten, dan Kota Tangerang.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi Banten juga di topang dengan melonjaknya konsumsi rumah tangga, pemerintah, serta kinerja investasi di periode tengah tahun bersamaan dengan momen menjelang Ramadan, Hari Raya Idul Fitri serta pelaksanaan Pilkada.

“Bila terjadi proses pergantian pemerintah daerah (pilkada, red) huru-hara, sekali itu terjadi memperbaiki ekonomi sesuai target sangat sulit. Kita berharap itu tidak terjadi, masyarakat menjaga ketentraman dan situasi tetap kondusif,” kata Rahmat.

Rahmat menambahkan, saat ini yang dapat memengaruhi pertumbuhan ekonomi di Banten, salah satunya investasi. Untuk keseluruhan tahun 2018, inflasi Provinsi Banten diperkirakan berada di kisaran 3,5±1% (yoy).

Karena itu, ia menyebutkan untuk menarik para investor dibutuhkan kenyamanan sehingga investasi di Banten dapat meningkat. “Karena Investasi relokasi berkaitan dengan kenyamanan. Maka investor harus dibuat nyaman,” ucapnya.

Saat disinggung terkait adanya potensi peredaran uang palsu di tahun politik dengan melalui money politik menurutnya hal tersebut sejauh ini potensinya tidak terlalu terlihat besar. Kendati demikian, untuk mengantisipasi hal tersebut, maka pihaknya meningkatkan koordinasi dengan aparat penegak hukum.

“Masih ada ya money politic? Ya sejauh ini biasa saja. Uang palsu itu di kita dari penukaran bank-bank, serta laporan masyarakat. Untuk penukaran, kita sudah siapkan sekitar Rp1,4 triliun,” ucapnya. (CR-02)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: