Soal Warga yang Digigit Anjing, Ini Jawaban Kepala Dinkes Cilegon

Kepala Dinkes Kota Cilegon, dr Arriadna. (FOTO: IST)

CILEGON, BANPOS – Seorang anak di Komplek Pondok Cilegon Indah, bernama Fairuz Idzhar Saragih menjadi korban gigitan anjing, Kamis (12/4). Bukannya mendapat pengobatan yang optimal, orang tua korban justru merasa mendapat perlakuan tak mengenakkan dan diduga mendapat pelecehan dari petugas Dinas Kesehatan Kota Cilegon. Namun, Kepala Dinas Kesehatan Cilegon, dr Arriadna meyakinkan korban gigitan anjing akan baik-baik saja.

Kepala Dinkes Kota Cilegon, dr Arriadna menyebut, berdasar informasi yang didapat dari pegawainya, luka gigitan anjing yang diderita Fairuz tidak termasuk dalam kategori berbahaya. Namun, sesuai prosedur ada beberapa tahapan yang harus dilakukan untuk menginvestigasi apakah hewan penggigit Fairuz menderita rabies atau tidak.

“Tetap harus dilakukan observasi apakah hewan penggigit itu rabies atau tidak. Biasanya, bila hewan itu mengidap rabies, dalam waktu satu minggu dia akan mati setelah menggigit manusia,” kata Arriadna melalui sambungan telepon, Kamis (12/4/2018).

Karena itu, tambah Arriadna, pihaknya sudah menyarankan kepada keluarga korban agar mendatangi Puskesmas Cilegon pada Jumat (13/4/2018) ini. Pihaknya akan menyediakan vaksin untuk disuntikkan kepada Fairuz. Menurutnya juga, vaksi rabies memang tidak tersedia di tempat-tempat pelayanan kesehatan seperti rumah sakit maupun puskesmas.

“Memang vaksin Rabies ini tidak disimpan di tempat pelayanan kesehatan, karena perlu perlakuan khusus dalam penyimpanannya. Tetapi besok kami siapkan untuk disuntikkan kepada korban gigitan hewan,” kata Arriadna lagi.

Soal dugaan pelecehan yang dilakukan pegawainya, Arriadna berjanji akan menanganni kasus itu sesuai kapasitas dan urgensi masalahnya. Arriadna jugua dapat mengerti kepanikan keluarga yang mencari vaksin untuk anakanya. Namun, ia meyakinkan bahwa korban gigitan hewan itu tidak perlu dikhawatirkan karena dirinya juga sudah mendapat kronologi peristiwa digigitnya Fairuz oleh anjing.

“Mudah-mudahan masalahnya tidak jadi besar, dan kami akan tetap melayani korban dengan memberikan vaksin. Soal anak buah saya, itu juga tanggung jawab saya untuk melakukan tugas pembinaan,” pungkas Arriadna.(ENK)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: