Kabupaten Serang Punya Beras Jawara

SERANG, BANPOS – Kabupaten Serang sejak kemarin sudah resmi memiliki beras jawara serang yang disingkat menjadi jaseng. Seluruh Aparat Sipil Negara (ASN) yang betugas di Pemerintahan Kabupaten Serang pun diminta menjadi pelanggan setia untuk kemudian dikonsumsi.

Beras Jaseng merupakan beras asli yang dihasilkan para petani di Kabupaten Serang dan sudah diresmikan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah di Desa Margasari, Kecamatan Kramatwatu, Rabu (11/4).

Dalam sambutannya, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menegaskan, demikemajuan dan kesejahtraan petani, beras Jaseng harus dikonsumsi semua ASN yang bertugas di Kabupaten Serang. Bahkan proses pemasaran beras jaseng pun bakal diperluas ke perusahaan, supermarket dan hotel-hotel.

Proses pemasaran beras jaseng saat ini dilakukan melalui Koperasi Gemah Ripah. “Dinas, Perusahan, Supermarket, dan Hotel di Kabupaten Serang untuk menggunakan beras Jaseng,” ujarnya.

Kata Tatu, pada tahun ini Pemkab Serang menargetkan produksi padi sebesar 520 ribu ton gabah kering giling (GKG) atau setara dengan 266. Ribu ton beras. “Dengan beras Jaseng, Pemkab bisa menyediakan beras premium dengan harga dibawah harga pasar. Sehingga, masyarakat dapat menikmati beras kualitas baik dengan harga terjangkau dengan memberdayakan petani padi dan petani pengelola penggilingan padi,” imbuhnya.

Sekedar untuk diletahui, dalam kesenpatan launching beras jaseng, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah bacakan bersama para kepala OPD dan warga setempat.

Sementara itu, marketing beras jaseng, Anis Fuad mengatakan, kebutuhan ASN di Kabupaten Serang mencapai 50 ton beras. Sehingga, Ia optimis akan meningkatkan produksi dalam menyediakan beras sesuai kebutuhan. “ Awal launching ini kita kirim 10 ton dulu dan akan ditambah 50 ton setelah kerjasama sudah berjalan dengan baik,” ujarnya.

Fuad berharap, harga yang dijual beras Jaseng kategori premium Rp. 11 ribu per kilo dan kerjasama dengan koperasi bisa terus berlanjut agar petani merasa aman ketika produksi. “Pembayaran yang dilakukan oleh koperasi maksimal tiga hari setelah pengiriman agar kita juga tidak kekurangan modal saat produksi,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Serang Fahmi Hakim menegaskan, pihaknya mendukung penuh kebijakan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah dalam mendorong kemakmuran petani. “Kita dukung Ibu Bupati, tentu Kabupaten Serang akan menjadi daerah lumbung padi,” katanya.(ADV)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: