Butuh Vaksin Rabies, Warga Merasa Dilecehkan Dinkes Cilegon

CILEGON, BANPOS – Seorang anak di Komplek Pondok Cilegon Indah menjadi korban gigitan anjing, Kamis (12/4). Namun, bukannya mendapat pengobatan yang optimal, orang tua korban justru merasa mendapat perlakuan tak mengenakkan dan diduga mendapat pelecehan dari petugas Dinas Kesehatan Kota Cilegon.

Kamis pagi, sekitar pukul 9.30 WIB, Fairuz Idzhar Saragih sedang berada di sekitar rumahnya. Namun, tiba-tiba seekor anjing milik tetangganya menggigit anak yang duduk di kelas empat SD itu. Akibat gigitan itu, Fairuz mengalami luka di sekujur tubuhnya. Luka paling besar terdapat di pahanya.

Mengetahui anaknya digigit anjing, ayah Fairuz, Isnaeni Saragih segera membawa anaknya ke Puskesmas Cibeber. Di tempat itu, luka Fairuz dibersihkan, kemudian diberi obat antibiotik.

Karena tak mendapat suntikan vaksin Rabies, Isnaeni kembali membawa anaknya ke klinik yang ada di sekitar PCI. Namun, karena memang tak memiliki vaksin rabies, pihak klinik menyarankan Isnaeni membawa anaknya ke RSUD Cilegon.

“Tanpa buang waktu saya langsung membawa anak saya ke RSUD Cilegon di Panggungrawi. Tetapi di RSUD Cilegon juga saya tak mendapatkan vaksin yang dibutuhkan,” kisah Isnaeni kepada BANPOS, kemarin.

Di RSUD Cilegon, juga dipingpong ketika menanyakan vaksin Rabies. Bahkan, Dia disuruh mencari sendiri vaksin rabies itu. Namun, berdasar saran dari petugas RSUD Cilegon, Isnaeni kemudian meluncur ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon. Kabarnya, di dinas itulah vaksin rabies bisa didapatkan.

Sesampainya di Dinkes Cilegon, Isnaneni sempat merasa sedikit lega, karena vaksin yang dia butuhkan memang ada disana. Namun, setelah menunggu hampir selama dua jam, Isnaneni kembali disuguhkan kekecewaan. Petugas Dinkes bernama Nurdiansyah menyebut vaksin yang ada tidak bisa diberikan, karena tidak ada petugas penyuntiknya.

“Saya pun pulang tanpa bisa memberikan obat yang dibutuhkan anak saya,” kata Isnaeni.

Namun, dengan bantuan beberapa tetangganya, keinginan untuk segera mendapatkan obat untuk anak pertamanya kembali muncul. Seorang tetangga meminta Isnaeni kembali ke Dinkes Cilegon, sang tetangga mengaku sudah menghubungi Kepala Dinkes Cilegon, dr Arriadna.

Meski sudah membawa pesan dari Kadis, harapan Isnaeni untuk mendapatkan vaksin Rabies kembali mentah. Istri Isnaeni yang kali ini mendatangi Dinkes Kota Cilegon, juga tak mendapatkan obat. Bahkan, kali ini istri Isnaeni justru merasa dilecehkan.

“Saya bilang, saya sudah mendapat ijin dari kadis untuk mendapatkan vaksin Rabies, petugas yang namanya Nurdiansyah dan beberapa rekannya yang ada disitu itu malah seperti melecehkan. Mereka menertawai saya ketika saya minta mereka mengkonfirmasi kebenaran kalau saya sudah ijin pada bu kadis,” kata istri Isnaeni.

Terpisah, kepala Dinkes Kota Cilegon, dr Arriadna tak bisa dikonfirmasi untuk mengroscek dugaan pelecehan yang dilakukan pegawainya. Dr Arriadna tak merespon sambungan telepon maupun pesan yang dikirimkan BANPOS ke nomor teleponnya.(ENK)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: