Soal Penanganan ODGJ, Fitron : Kabupaten Serang Cukup Baik

Dinkes Banten menggelar diskusi bertema Fasilitasi Peer Review Pelayanan Kesehatan Jiwa di FKPT Terpilih oleh Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa, di Puskesmas Ciruas, Senin (9/4/2018).

SERANG, BANPOS – Masyarakat banyak yang masih belum paham cara menangani orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Berbagai stigmatisasi dan diskriminasi yang masih sering dialami oleh anggota masyarakat.

Termasuk orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) antara lain dikeluarkan dari sekolah, diberhentikan dari pekerjaan, diceraikan oleh pasangan, hingga ditelantarkan oleh keluarga, bahkan dipasung, serta dirampas harta bendanya.

Ketua Komisi V DPRD Provinsi Banten, Fitron Nur Ikhsan mengatakan, Kabupaten Serang termasuk kabupaten cukup baik dalam penanganan ODGJ.

“Seperti di Kecamatan Ciomas kita sudah bebaskan pasung disana, ada programnya juga. Dan sekarang di Kecamatan Ciruas kita akan bebaskan dan diobati,”ungkapnya kepada awak media saat menghadiri acara di Puskesmas Ciruas, kemarin.

Lebih lanjut Fitron mengungkapakan, secara penyediaan pelayanana sekarang sudah mulai cukup baik makanya provinsi hadir ini untuk menintegrasikan karena persoalan ODGJmempunyai tanggung jawab yang berbeda-beda cara penangannya.

“Kita mendorong agar adanya sinegisitas antara kabupaten dan provinsi, misalkan mereka harus direhabilitasi makanya kita bawa ke dinsos provinsi. Dan ada kewenangan masing-masing, ada ODGJdijalan dan yang berhak ngambil satpol,” ucapnya.

Penanganan ODGJ banyak melibatkan banyak pihak bukan hanya dinkes kabupaten dan provinsi tapi juga aparat setempat.

Sementara itu ditempat yang sama, Kabid Pencegahan, Pengendalian Penyakit, pada Dinkes Kabupten Serang, dr Riris Budiharni mengatakan masih banyak keluarga yang tidak peduli terhadap anggota keluarga yang terkena gangguan jiwa. .

“Pihak keluarga mengganggap aib keluarga, sehingga mereka dikurung dikamar bahkan banyak yang dipasung,” ungkap Riris.

Lebih lanjut ia mengatakan, Pemkab terus mensosialisasikan ke masyarakat apabila terkena gangguan jiwa segera dibawa ke puskesmas terdekat.

“Seperti di Ciomas, masyarakatnya sudah peka apabila ada terindikasi gangguan jiwa segera lapor rt, rw, kepala desa dan harus segera lapor dan dibawa ke puskesmas,” pungkasnya. (CR-02)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: