Waspada Uang Palsu Beredar di Pasar Tradisional, Tiga Pelaku Dibekuk Polisi

Kasat Reskim Polres Serang, AKP Gogo Galesung saat jumpa pers, (5/4). Herlin Saputra//BANTEN POS.

SERANG, BANPOS – Sat Reskrim Polres Serang mengamankan tiga tersangka pengedar uang palsu berinisial TY, HY dan ME. Polisi membekuk tiga tersangka di tempat terpisah.

Kasat Reskrim Polres Serang, AKP Gogo Galesung menyampaikan penangkapan ketiga tersangka berawal dari informasi masyarakat adanya peredaran uang palsu di warung-warung dan pasar tradisional.

“Dari hasil penyelidikan tentang pengedar uang palsu polisi menangkap inisial TY pada tanggal 31 Maret 2018 di Kampung Cipete, Desa Sukajadi, Kecamatan Kragilan Kabupaten Serang,” kata Gogo saat mengadakan jumpa pers di Polres Serang, Kamis (5/4/2018).

Lanjutnya, setelah dilakukan penggeledahan ditemukan dua lembar pecahan uang Rp 50 ribu dan uang tunai sebesar Rp 381.000 itu hasil dari penukaran dari warung di daerah Kragilan. Setelah introgasi awalnya TY membawa uang palsu sebesar Rp 500 ribu.

Berdasarkan pengakuan TY dirinya mendapatkan uang palsu dari inisial HY, kemudian dilakukan pengembangan dan penyelidikan HY berhasil ditangkap pada Minggu 01 April 2018 pukul 15:30 WIB di Kramatwatu, Kabupaten Serang.

“Dari HY polisi mendapatkan barang bukti uang palsu yang belum sempat di edarkan sebesar Rp 11.350.000 pecahan 50 ribu. Berdasarkan pengakuan HY, dirinya membeli uang palsu ini dari inisial ME alias Endi. Rp 10 juta dengan harga Rp 2 juta,” ungkapnya

Masih kata Gogo, dihari yang sama pukul 21:00 WIB, polisi berhasil mengamankan ME alis Endi di Desa Masigit, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon.

“Dari penggeledahan polisi menemukan satu bendel kertas HVS dan satu lem kertas yang mana menurut keterangan ME bahwa barang ini yang akan dicetak menjadi uang palsu,” ucapnya

Namun, berdasarkan keterangan ME, dirinya bekerjasama dengan inisial ARI, ARI berperan mencetak uang palsu di daerah Jakarta. Setelah uang palsu tercetak ME mengambil uang tersebut di daerah Jakarta.

Selama dua bulan mengedarkan uang palsu, dikatakan Gogo tiga sindikat ini telah berhasi menunakr uang sebanyak 70 juta rupiah dari warung-warung dan pasar tradisional di Serang.

“Ketiga tersangka diancam hukuman pasal 36 ayat (1), ayat (2), ayat (3) UU RI nomor 7 tahun 2011 tentang Mata uang, dengan ancaman hukuman penjara selama 15 Tahun penjara,” tandasnya. (CR-01)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: