Serapan Anggaran Baru 12 Persen, Gubernur : Kuartal Pertama Belum Bisa Dinilai

Gubernur Banten Wahidin Halim memberikan keterangan persnya terkait serapan anggaran oleh OPD pada kuartal pertama 2018 ini.

SERANG,  BANPOS – Kuartal pertama pada tahun anggaran 2018 dengan serapan 12 persen, Pemprov Banten belum bisa dinilai rendah atau tinggi dalam pelaksanaan proyek. Oleh karena pada kuartal pertama, Pemprov lebih banyak fokus pada penyiapan administrasi pelaksanaan lelang.

“Pengalaman saya sebagai kepala daerah, pada kuartal pertama memang begitu. Bulan Januari dan Februari belum ada proyek bisa dilelang dan dikerjakan,” ujar Gubernur Banten Wahidin Halim  menjawab pertanyaan wartawan, Rabu (4/4/2018) kemarin.

Gubernur Wahidin Halim atau WH mendapat serangkaian pertanyaan dari wartawan seusai dilakukan rapat dengar pendapat dengan pimpinan Komisi, Alat Kelengkapan Dewan, dan Fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten di Pendopo Gubernur, Kawasan Pusat Pemerintah Provinsi Banten (KP3B), Jalan Syech Nawawi Albantani, Curug, Kota Serang.

Gubernur WH menjelaskan, pada kuartal pertama tidak ada target harus berapa persen anggaran tahun 2018 terserap. Nanti, setelah dilaksanakan lelang proyek dan sudah pula dikerjakan proyek pembangunan, barulah dapat dihitung berapa persen dana yang sudah terserap.

“Biasa itu, pada kuartal pertama dana anggaran belum bisa terserap. Kalau proyek sudah dikerjakan barulah bisa dihitung,” ucap Wahidin.

Ketika ditanya bila lelang dan proyek sudah dilaksanakan tapi serapan masih rendah, Gubernur mengatakan akan dilakukan evaluasi.  “Dari evaluasi tersebut akan dapat diketahui dimana kesalahannya. Apa terjadi karena kinerja ASN (Apratur Sipil Negara, red) atau karena pemborongnya,” ungkapnya

Kalau karena kinerja ASN bagaimana? “Nah, bisa dinilai apakah mau diberikan sanksi atau dipecat sekalian. ASN tidak boleh galau dalam melaksanakan tugas karena semua sudah tersedia baik itu gaji, tunjangan kinerja, dan fasilitas,” ujar Gubernur WH.

Gubernur WH juga mengatakan, sebagai ASN sudah seyogyanya bekerja dengan baik untuk kepentingan rakyat dan kesejahteraan rakyat. “Sudahlah ASN bekerja yang benar dan jangan korupsi. Kalau ASN bekerja dengan baik dan benar akan mendapat penghargaan berupa kenaikan pangkat, golongan, dan kenaikan tunjangan,”  tutur Gubernur. (CR-02)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: