Dianggap Melanggar Kesepakatan, Warga Perumahan Dasana Indah Unjuk Rasa

Ratusan warga Perumahan Dasana Indah Kelurahan Bojongnangka Kecamatan Kelapa Dua Kabupaten Tangerang melakukan aksi unjukrasa di depan Kantor Pemasaran VRI Plus, Ruko Dasana Indah Blok SA No. 5, Bojongnangka, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Kamis (5/4). (foto Istimewa)

TANGERANG, BANPOS – Dianggap melanggar kesepakatan yang ada, warga Perumahan Dasana Indah Kelurahan Bojongnangka Kecamatan Kelapa Dua Kabupaten Tangerang melakukan aksi unjukrasa meminta pihak pengembang perumahan tidak semena-mena dalam menyerobot lahan hijau warga untuk kepentingan Pengembang, Kamis (05/4/2018).

Ratusan masa dari warga perumahan Dasana Indah melakukan aksi menentang pihak Pengembang yang dilakukan di depan Kantor Pemasaran VRI Plus, Ruko Dasana Indah Blok SA No. 5, Bojongnangka, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerag. Masa yang geram akan tindakan pihak pengembang menyuarakan aspirasi mereka dengan berorasi secara bergantian.

Dalam orasinya, mereka menuntut tindakan arogansi yang dilakukan pengembang dengan menyerobot dan memanfaatkan fasum jalan & lahan jalur hijau yang berlokasi di RW 031 Kelurahan Bojongnangka, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang tanpa meminta persetujuan dari para warga yang memiliki hak atas sarana dan prasarana perumahan dan kawasan permukiman.

Menurut kordinator aksi Joko Iswanto, salah satu hak warga perumahan atas prasarana dan fasumnya adalah dijamin undang-undang. Hal ini sebagaimana disinggung pada pasal 41 ayat 2 butir d UU Nomor 1 Tahun 2011 Tentang Perumahan Dan Kawasan Permukiman.

“Karena itu pemanfaatan prasarana dan fasum oleh pihak lain tanpa hak dan tanpa ijin warga yang yang bersangkutan adalah perbuatan melawan hukum.”tegas Joko Iswanto.

Lanjut Joko, tindakan yang di lakukan oleh pengembang Pada hari Senin, tanggal 2 April 2018 sekitar pukul 10.00 WIB dari pihak PT Asfi Ilhami Royhan, selaku pengembang cluster VRI plus salah.

Selain tidak menghormati dan tidak menggubris perintah aparatur pemerintah, yang dengan jelas meminta pihak pengembang untuk menghentikan penyerobotan pada saat berkunjung ke lokasi beberapa waktu lalu. Mirisnya pihak VRI plus bahkan melakukan tindakan yang dianggap menantang warga RW 031 untuk melakukan protes atas apa yang dilakukannya.

“Hal ini telah melanggar perjanjian yang sudah disepakati pada tanggal 15 Nopember 2017 dan kesepakatan tanggal 28 Maret 2018. Pada saat itu disaksikan langsung dan di tanda tangani oleh pejabat setempat yaitu Lurah Bojongnangka bapak Angga Yulyantono, S.I.P.”ungkapnya.

Aksi unjuk rasa ini adalah bentuk protes warga yang memang mengerti akan hak dan kedudukannya dimuka hukum serta sebagai bukti bahwa warga perumahan Dasana Indah masih memiliki harga diri dalam memperjuangkan hak yang seharusnya didapat dari pihak pengembang.

“Dalam hal ini warga RW 031 menuntut, agar pihak yang berkepentingan dengan perijinan dan pengawasan terkait, dapat mengambil tindakan tegas atas arogansi dan perbuatan melawan hukum yang dilakukan PT Asfi Ilhami Royhan selaku pengembang cluster VRI plus,”pinta Joko.

“Kami juga menolak permohonan PT Asfi Ilhami Royhan pengembang cluster VRI plus terkait rencana penggunaan fasum jalan warga RW 031 untuk kepentingan akses keluar masuk cluster VRI Plus dan memberitahu para konsumen (pembeli) rumah Cluster VRI Plus bahwa akses keluar masuk mereka yang menggunakan fasum jalan RW 031 adalah tidak sah dan bermasalah secara hukum” pungkasnya. (ZIK)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: