Siswa BBLKI Serang Rakit Motor Listrik

Menekar RI, M Hanif Dhakiri saat mencoba motor listrik dihalaman kantor BBLKI Serang, Senin (2/4). LUKMAN HAPIDIN/BANTEN POS

SERANG, BANPOS – Menteri Ketenagakerjaan RI Muhamad Hanif Dakhiri mengapresiasi siswa Balai Besar Latihan Kerja Industri (BBLKI) Serang yang berhasil merakit motor tenaga listrik, yang tadinya kendaraan berbahan bensin (Yamaha Mio, red). Menurutnya perakitan tersebut sangat inovatif untuk mengasah kemampuan para siswa agar meningkatkan kreatifitas dalam bekerja.

“Di Zaman milenial ini, semua pekerja harus mampu bersaing dan menunjukan kreatifitas dalam bekerja. Jadi bangga lah, jika para siswa yang dilatih dan belajar di BLKI punya karya yang cukup inovatif,” ujarnya usai menghadiri acara pembukaan Pelatihan Berbasis Kompetensi Gelombang II dan penyerahan sertifikat kompetensi pelatihan Gelombang I dan Teknisi Ahli serta pengukuhan pengurus forum komunikasi industri dengan BLK Serang periode 2018-2023 di halaman gedung BBLKI Serang di Jalan raya Pandeglang KM 3 di Karundang, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Senin (2/4).
Kemudian ia melanjutkan, para pekerja harus punya keahlian dan kemampuan khusus untuk mampu bersaing. Sebab kedepan persaingan dalam dunia kerja cukup ketat. Maka dibutuhkan kualitas SDM yang hebat dan inovatif.
“Kualitas SDM harus di atas standar. Maka belajar dan bekerjanya di atas standar. Kalau mau hebat, maka belajar dan bekerjanya juga harus hebat yakni di atas standar rata-rata serta mampu bersaing di dunia kerja,” ucapnya.
Ditemui ditempat yang sama, salah satu siswa pelatihan di BBLKI Serang, dan juga salah satu perakit motor listrik, Anto Harja merasa senang ketika menteri memberikan respon positif terhadap karyanya. Karena ini merupakan karya pertama. Proses Pembuatan motor listrik sendiri memakan waktu dua mingguan, awalnya dari motor bekas sampai jadi motor listrik.
“Kami bekerja dalam tim yang terdiri dari tenaga ahli las, kelistrikan, dan mekatronik, pembuatannya dikerjakan oleh 6 orang” ujarnya.
Ia melanjutkan, proses perakitan motor ini menghabiskan biaya sebesar Rp 14 juta. “Untuk membuat inovasi memang butuh biaya yang cukup besar, akan tetapi kedepannya tidak perlu isi bensin dan ganti oli lagi,” ujarnya.
Meskipun begitu ia berharap hasil kreasi motor listrik dapat meningkatkan kretifitasnya dalam bekerja nanti. Sebab saat ini para pekerja dituntut untuk melakukan inovasi lebih.
“Motor listrik ini dapat menempuh jarak 50 KM dengan kecepatan 70 km perjam. Maksimal untuk mengecas batrainya kurang lebih 3 jam. Batrai yang dipakai 48 volt,” ujarnya.
Motor listrik sendiri, diuji coba baru mengelilingi sekitar kantor BBLKI Serang dan selesai dirakitnya dua bulan yang lalu. (CR-02)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: