Marak Cacing Pita Didalam Kemasan Sarden, Disperindagkop Kota Serang Anggap Santai

SERANG, BANPOS – Ramainya informasi dimasyarakat terkait unggahan video di media sosial tentang adanya cacing pita dalam kemasan kaleng sarden dari berbagai merk, membuat masyarakat menjadi resah.

Bahkan, Kepala Disperindag Provinsi Banten, Babar Suharso membenarkan bahwa dirinya telah mendapatkan laporan terkait adanya kasus serupa di Provinsi Banten.

Namun hal tersebut masih dianggap santai oleh Disperindagkop Kota Serang, karena menurut mereka hal tersebut kewenangan Provinsi Banten. Dikatakan Kabid Perdagangan pada Disperindagkop Kota Serang, Hardiyan mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu konfirmasi dari Pemprov Banten.

“Kita masih nunggu konfirmasi dari Provinsi soalnya pengawasan barang beredar sekarang wewenang mereka,” singkat Hardiyan kepada Banpos melalui pesan WA, Rabu (28/3/2018).

Sebelumnya diberitakan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten tengah gencar mengambil sampel dan menguji sejumlah merk sarden di wilayah Provinsi Banten, setelah mendapatkan informasi adanya dugaan parasit yang mirip dengan cacing pita dalam kemasan sarden diwilayah Provinsi Banten.

“Ya saya dapat laporannya, masih dugaan akan kita tindak lanjuti,” ujar Babar Suharso.

Oleh karenanya dirinya langsung bergerak cepat, sejumlah pasar modern dan swalayan menjadi target utama pengambilan sampel kemasan kaleng sarden tersebut. “Kita sudah ambil sampel di wilayah tangerang, akan menyusul kedaerah lain juga. Sementara kita akan tes di lab, sambil menunggu hasilnya produk tersebut akan kita tahan dulu peredarannya,” katanya

Kendati demikian, dirinya engga menyebutkan beberapa merk yang dimaksud hingga hasil lab menunjukan positif terdapat cacing pita atau jenis parasit lain yang berbahaya atau tidak.

Namun dirinya mengatakan dari sejumlah sampel yang diambil merupakan merk-merk yang cukup familiar di masyarakat.

“Tiga hari testnya, kalau hasilnya sudah keluar baru kita bisa ambil keputusannya apakah di cabut ijin edarnya atau seperti apa, kita kerjasama dengan BPOM,” pungkasnya. (CR-01)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: