Lakukan Sidak ke Sekolah, Anggota DPRD Kota Serang Semprot Kabid SD

Wakil Komisi II DPRD Kota Serang fraksi PDIP, Ali Soerohman (kemeja putih) / HERLIN

SERANG, BANPOS – Wakil Komisi II DPRD Kota Serang fraksi PDIP, Ali Soerohman melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di SDN 13 Kota Serang. Dalam sidaknya, dirinya kembali menemukan buku paket Muatan Lokal (Mulok) Bahasa Jawa Banten untuk kelas enam yang dinilai banyak kesalahan.

Padahal kata Ali, pihak Dindik Serang berjanji akan menarik semua buku yang sudah tersebar, namun kata ia, sampai saat ini masih banyak ditemukan buku yang sama terbitan pada tahun 2014 ini.

“Seperti didalam buku tersebut pada halaman 18 yang salah memasang foto Sultan Hasanudin Makasar, dinamakan Sultan Hasanudin Banten,” kata Ali Soerohman yang akrab dipanggil Ali Soero kepada Banpos ditemui dilokasi, Selasa (27/3).

“Saya juga sudah berkali-kali meminta kepada Dindik segera menarik, namun sampai saat ini masih banyak ditemukan hal yang sama,” sambungnya.

Ali Soero pun menyebutkan selama empat tahun banyak siswa siswi SD kelas enam diracuni sejarah yang salah. Pihaknya juga sudah menemukan di dua sekolahan lainnya, diantaranya SDN 3 dan SDN 20 Kota Serang.

“Berkali-kali saya sampaikan kepada Kabid SD untuk segera menarik, pihaknya juga padahal sudah berjanji akan segera menarik, kalau terus menerus dibiarkan, ini berdampak tidak baik untuk pendidikan dikota serang soalnya sudah empat tahun lagi,” ungkapnya.

Ia berharap dalam ajaran baru, tidak ada lagi ditemukan kesalahan. “Harus diganti dengan buku edisi yang baru, kan ini menggunakan anggaran APBD,” ujarnya

Ia menilai kesalahan ini adalah kecerobohan dinas terkait dan penerbit, seharusnya, kata Ali, buku yang akan disebar tersebut harus ada pengecekan kembali.

“Ini kesalahan dinas terkait, Kabid SD nya juga ceroboh, harusnya kalau ada yang salah seperti foto Sultan Hasanudin Makasar dinamakan Sultan Hasanudin Banten itu kan bisa diganti dan ditempel menggunakan stiker,” ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala SDN 13 Kota Serang, Agus Zatnika mengungkapkan terima kasih kepada Dewan yang sudah peduli dan sekaligus mengingatkan bahwa sejarah memang harus diluruskan, sehingga nanti tidak ada kesalahpahaman dalam sejarah.

“Terutama kepada anak-anak didik kita ini, supaya mereka mencintai dan mengenal para pahlawan. Apakah itu pahlawan lokal dari Banten, ataupun dari Nasional,” katanya

Untuk langkah selanjutnya, kata Agus, setelah mengetahui kesalahan, pihaknya akan segera menarik buku tersebut dan harus ada edisi revisi sebagai pengganti bahwa buku itu ada perbaikan.

“Untuk harapan sendiri, mungkin dalam penyusunan kedepan semua harus lebih teliti dalam rangka menyusun buku terutama mulok,” tandasnya. (CR-01)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: