Jabat Dirpolair Baru, AKBP Nunung Serius Berantas Narkoba di Jalur Laut

Dirpolair Polda Banten baru, AKBP Nunung Syaifudin (tengah kiri) dan Dirpolair lama, Kombes Pol Imam Thobroni (tengah kanan) saat berfoto bersama dengan para pejabat tinggi Banten saat Pisah Sambut Dirpolair di Mako Ditpolair Polda Banten, Selasa (27/3).RONALD SIAGIAN /BANTEN POS

CILEGON, BANPOS – Penanganan secara serius tingkat kerawanan Narkoba lewat jalur laut di Banten yang dinilai masih tinggi, menjadi salah satu pekerjaan rumah yang dititipkan Pejabat Dirpolair Lama, Kombes Pol Imam Thobroni kepada pengganti Dirpolair Baru, AKBP Nunung Syaifudin ketika hal itu disampaikan kepada awak media dalam Pisah sambut Dirpolair di Mako Ditpolair Polda Banten, Selasa (27/3).

Beberapa kasus selama sekitar 4 tahun menjabat, kata Dirpolair Lama Imam, terdapat beberapa kasus yang menjadi atensi oleh pihaknya. Selain kasus pencurian dan bom ikan, kewaspadaan dalam mengantisipasi kejahatan di perairan banten yang terpenting yakni terkait kerawanan peredaran narkotika lewat jalur laut.

Hal itu diungkapkan dengan mengalisa sejumlah kasus penangkapan narkoba baik yang pernah terjadi di Anyer, Batam dan beberapa wilayah lainnya.

“Ilegal fishing sedang moratorium, kalau bom ikan, cepat kita melakukan penindakan hanya memang masalah narkoba, itu perlu kita waspadai karena pernah kecolongan. Beberapa info yang lalu, yang ditangkap dibatam, akan masuk ke banten. Yang dibidik mereka itu di wilayah selatan, tanjung lesung kesana itu,” ungkapnya.

Imam mengakui jika untuk menangani kasus – kasus besar perlu ditunjang dengan peralatan yang tersedia. Saat ini, ketersediaan kapal patroli masih tergolong minim sehingga pengawasan belum maksimal. Selain itu, Peralatan lain yang menunjang pengawasan peredaran narkotika jalur laut juga masih belum tersedia.

“Kalau narkoba itu perlu punya alat merekam pembicaraan-pembicaraan orang, itu yang kita perlukan. Kemudian kalau kapal patroli laut, kita perlu kamera penjejak panas. Kalau ada kapal kita tahu. Untuk penjejak panas kita sudah ada, (penyedap) jaringan komunikasi yang belum dapat kita,” terangnya.

Sementara itu Dirpolair Baru, AKBP Nunung mengatakan, pihaknya sependapat dengan apa yang disampaikan Dirpolair Lama. Potensi kerawanan narkotika jalur laut, kata Nunung, sangat diseriusi oleh pihaknya kedepan. Langkah awal untuk menangani itu, kata Nunung, perlu mendapatkan informasi yang dikumpulkan dari seluruh sumber informan atau jaringan yang dimiliki oleh pihaknya.

Pihaknya berharap, instansi lain termasuk Mako TNI AL Banten juga dapat membantu penanganan potensi tersebut.

“Itu yang penting. Maka nanti akan kita dalami lagi. Kebetulan saya pernah di batam, saya akan komunikasi dengan teman-trman disana. Siapa tahu dengan jaringan, mudah-mudahan kita akan tingkatkan perairan dijalur ini termasuk berkordinasi dengan Danlanal untuk membantu tugas dan program kerja kita,” ungkapnya.

Diakui, kata Nunung, sarana dan prasarana masih minim. Saat ini pihaknya tengah berusaha untuk mengajukan Kapal Patroli Baru ke Provinsi Banten dari ketersediaan 15 kapal patroli yang tersedia. Hal itu, kata Nunung, juga perlu dijalankan selaras dengan ketersediaan personil yang saat ini dinilai pihaknya perlu penambahan.

“SDM memang (kendala, red), walaupun sudah melampau DSPP, tapi untuk jumlah kapal kita ini masih kurang. Saat ini anggota kita 151 personil, idealnya memang 120, ada kelebihan 30an personil. Tetapi kita punya kapal, ngga ada yang mengawaki. Bisa tambahan 30an orang lagi walauphn secara bertahap,” paparnya. (NAL)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: