Ini Tanggapan KPU Tentang Selisih DPS

SERANG, BANPOS – Ketua KPU Kota Serang, Heri Wahidin membantah tudingan yang menyebutkan selisih Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pilkada Kota Serang akibat kesalahan saat pendataan Pilgub tahun lalu.

Heri menyebutkan, data DPS yang didapatkan adalah hasil dari pemutakhiran PPDP yang sudah dilakukan dalam waktu sebulan penuh dan berdasarkan data pemilih. Dari DPS 426.159 pemilih ini, kata Heri, hasil dari sinkronisasi DPT Pilgub ditambah dengan DP4 yang menghasilkan sejumlah 468.703 pemilih, menghasilkan selisih 29.132 pemilih. Menurut Heri, DPS ini ada sirkulasi data yang masuk dan keluar.

“Pertama hasil coklit PPDP itu, pemasukan pemilih baru sebesar 32.320 pemilih baru yang tidak ada di data pemilih, selanjutnya ada pemilih TMS sebesar 74.864 pemilih maka menghasilkanlah DPS 426.159 pemilih,” kata Heri kepada wartawan ketika ditemui di KPU Kota Serang, Jumat (23/3).

Lanjut Heri, pada saat Pilgub menetapkan DPT 455.291 pemilih, Disdukcapil Kota Serang pun keheranan. “Kenapa DPT lebih besar dengan wajib KTP Kota Serang. Padahal pada saat itu kurang lebih 430 ribu orang wajib KTP,” ucapnya

Heri menyebutkan pada saat Pilgub juga adanya perbedaan aturan yang berbasis menggunakan DPT Pilpres 2014 dan disandingkan dengan DP4.

“Banyak orang berasumsinya minimal berimbang, kenapa DPT pilgub ini besar, karena memang kalau DPT Pilgub berbasis DPT Pilpres disandingkan dengan DP4. Coklit pada saat itu ada banyak juga pemilih X ada di DPT Pilpres atau Pileg, ini teman-teman di lapangan juga ada sedikit keraguan untuk mencoret, ketika coklit orangnya tidak ada karena memang khawatir orangnya ada kan apa basis pencoklitan untuk Pilpres dengan Pilkada berbeda,” paparnya.

“Pilpres 2014 itu kan coklitnya, siapapun dia kalau sudah tinggal di suatu wilayah tanpa dibuktikan dengan KTP itu boleh didata, sedangkan untuk pilkada kan betul-betul secara aturan harus memiliki KTP-el diwilayah pemilihan,” sambungnya.

Dari DPS yang sudah ada, pihaknya memiliki bukti dan tidak mempermasalahkan jika ada orang luar yang mengamati seperti itu. “Kita memiliki bukti hasil coklit, artinya data pemilih setelah turun ke PPDP, PPDP bekerja dan dikembalikan lagi ke kita, ini hasilnya,” katanya

Pihaknya pun sudah ada laporan tersendiri, kata dia, untuk penyempurnaannya PPDP juga sudah menyampaikan melalui form AA3.

Sebelumnya diberitakan, adanya selisih pada Data Pemilih Sementara (DPS) yang sudah dilakukan oleh KPU Kota serang berbeda dengan DPT Pilgub sekitar 29.132 data. Akademisi Untirta, Leo Agustino sebut kemungkinan itu ada kesalahan dari data Pilgub Banten lalu.

Menurut Leo, ini kelemahan yang dari dahulu sampai sekarang. Seharusnya KPU mempunyai bank data yang menjadi rujukan valid untuk berbagai kepentingan termasuk Pilkada.

Leo menyebutkan kemustahilan perbedaan yang segnifikan, karena pelaksanaan Pilgub Banten belum lama dilaksanakan (tahun lalu). “Jika kekurangannya lebih dari 20.000 jiwa, itu kan angka satu, dua atau tiga Kampung, kan mustahil,” ungkapnya.(CR-01)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: