Selisih DPS Hingga 29.132 Pemilih Dianggap Mustahil

SERANG, BANPOS – Selisih antara Data Pemilih Sementara (DPS) Pilkada Kota Serang dan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilgub Banten yang mencapai 29.132 data, dinilai sebagai kelemahan sistem pendataan di Indonesia. Menurut akademisi Untirta, Leo Agustino, kemungkinan selisih disebabkan kesalahan dari data Pilgub Banten lalu.

Menurut Leo, ini kelemahan yang terjadi dari dahulu sampai sekarang. Seharusnya KPU mempunyai bank data yang menjadi rujukan valid untuk berbagai kepentingan, termasuk Pilkada.

“Saat ini data kita memang belum terekam secara baik sehingga, untuk angka kemiskinan pun, kita punya data yang berbeda antara satu kementerian dengan kementerian lain, antara satu dinas dengan dinas lainnya. Akarnya metode pengukurannya berbeda. Ini yang selalu menjadi masalah,” ujar Leo saat dihubungi wartawan, Kamis (22/3).

Tapi, kata Leo, untuk Pemilu termasuk Pilkada, seharusnya kesalahan ini tidak terjadi. Sebab, data Disdukcapil atau pun BPS seharusnya relatif konstan. “Kalau pun ada dinamika jumlah jiwa semestinya tidak terlalu besar,” katanya.

Leo menyebutkan kemustahilan perbedaan yang signifikan, karena pelaksanaan Pilgub Banten belum lama dilaksanakan (tahun lalu). “Jika kekurangannya lebih dari 20.000 jiwa, itu kan angka satu, dua atau tiga kampung, kan mustahil,” ungkapnya.

Lanjut Leo, apalagi kalau dibandingkan dengan hadirnya pemilih pemula yang tahun lalu belum punya hak pilih dan saat ini punya hak pilih. “Seharusnya relatif bertambah, Kalau pun ada yang pindah dan meninggal, maka angka tersebut bisa saya katakan sebagai sesuatu yang tidak wajar,” lanjutnya

Ia mengungkapkan kalau kekeliruan pada saat Pilgub, maka ada kemungkinan ada mark up data (melebihkan) pemilih. Itu hanya bisa dilakukan oleh organisasi yang melakukan pendataan dan penetapan atau verifikasi pemilih.

“Kalau kekeliruannya pada saat Pilwalkot, maka masih ada waktu untuk memverifikasi lebih detail lagi dengan menyertakan pihak ketiga yang independen untuk menjaga akuntabilitas Pilkada Kota Serang,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Serang, menyebutkan Data Pemilihan Sementara (DPS) pada pilkada berkurang sekitar 29.132 data pemilihan dengan data Pilgub. Menurut Divisi Teknis KPU Kota Serang, Fierly Murdhiyat Mabrury menyebutkan pada coklit yang sudah dilakukan oleh pihaknya mengalami penurunan, hal tersebut dikarenakan adanya warga yang berpindah domisili dan belum melakukan perekaman.

“Untuk DPS yang sudah terdata, yang laki-laki berjumlah 215.720 jiwa, perempuan berjumlah 210.439 jiwa dengan total keseluruhan 426.159 DPS,” kata Fierly ditemui diruang kerjanya, Selasa (20/3) lalu.

Diketahui untuk DPT pada Pilgub lalu, Fierly mengungkapkan ada 455.291 DPT, sedangkan untuk data pemilih non KTP-el berjumlah 10.141 jiwa.

“Untuk perempuan berjumlah 4.592 jiwa dan untuk laki-laki berjumlah 4.592 jiwa. Didominan yang belum melakukan perekaman KTP-el itu di Kecamatan Taktakan,” ucapnya.

Ia berharap kepada pihak Disdukcapil Kota Serang untuk mempercepat perekaman, karena dikhawatirkan banyak masyarakat menggunakan hak pilihnya memakai KTP-el dan Suket. “Khawatir tidak mendapat hak pilih karena diwajibkan menunjukan data,” katanya.

Untuk diketahui jumlah TPS yang ada di Kota Serang ini berjumlah 960 TPS dengan terisi 66 Kelurahan dan 6 Kecamatan. (CR-01)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: