Larangan Bercadar, Forum Rektor Pro dan Kontra

ilustrasi cadar

SERANG, BANPOS – Larangan mahasiswa bercadar di Universitas Islam Negeri (UIN) Kalijaga, Yogyakarta menjadi pro dan kontra di forum rektor Indonesia.

Rektor Universitas Banten Jaya (Unbaja), Sudaryono mengatakan bahwa setiap kampus memiliki otonomi untuk diterapkan dikampusnya. Sehingga rektor dari kampus lain mungkin saja tidak mengetahui permasalahan pada kampus tertentu.

“Forum rektor ini juga pro dan kontra, karena cadar ini kan menutup aurat cuma kita kan gak tau didalam cadarnya ada pemahaman apa, gerakan-gerakan tertentu yang inkonstitusional atau tidak ilmiah kan hanya kampus tertentu yang memahami,” katanya, Minggu (11/03).

Menurutnya, dalam memandang dan menilai pemikiran apa yang dibawa oleh orang bercadar, dibutuhkan interaksi secara langsung. Sehingga kemungkinan pihak UIN Kalijaga menerapkan aturan tersebut karena sudah mengetahui hal-hal yang inkonstitusional dibalik orang bercadar tersebut.

Bahkan menurutnya yang lebih berbahaya dari pada hanya sekedar cadar yakni publik figur didalam kampus yang bisa mendoktrin dan omongannya diikuti oleh banyak orang.

“Misalnya ada dosen yang jadi publik figur, kalau dia berbicara sesuatu kan diikuti oleh mahasiswanya,” ucapnya.

Tetapi dikatakan Sudaryono bahwa jika cadar tersebut melanggar NKRI, UUD 1945, Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika maka hal tersebut tidak diperbolehkan. Apalagi didalam instansi pendidikan.

“Kalau sifatnya melanggar empat pilar kebangsaan memang seharusnya gak boleh, kan kita punya empat pilar kebangsaan yang digembor-gemborkan Jokowi dan harus kita dukung,” katanya.

Pada kampus Unbaja sendiri, dikatakan Sudaryono pihaknya belum mengetahui ada mahasiswa bercadar, karena mayoritas mahasiswa Banten hanya berhijab. “Kalau bercadar tidak ada, berhijab banyak,” ujarnya. (CR-01)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: