Disdukcapil Cilegon Temukan Ribuan Data Ganda

ISTIMEWAH

CILEGON, BANPOS – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cilegon menyatakan telah menemukan ribuan data ganda dan anomali. Data anomali dan data ganda ini langsung dilakukan guna meningkatkan kualitas database kependudukan di Kota Cilegon.

Penemuan data ganda dan anomali yang berhasil ditemukan ini sudah terjadi sejak 2017 silam. Oleh karena itu, dibutuhkan penyempurnaan data agar lebih baik.

Kepala Bidang PIAK pada Disdukcapil Cilegon Abdullah mengatakan, jika selama ini ada sebanyak 13.000 data ganda dan anomali data yang berhasil pihaknya perbaiki dan perbahurui. Sementara pada Maret 2018 ini, DKCS telah menyempurnakan data yang dianggap ganda dan anomali tersebut sejak 2018 ini.

“Dari verifikasi yang kita (DKCS) lakukan ini, kami berhasil 90 persen datang yang sudah terverifikasi. Verifikasi yang kita lakukan ini hampir setiap harinya dilakukan oleh petugas operator yang sudah dipersiapkan,”’kata Abdullah kepada BANPOS,” Kamis (8/3)

Ia menambahkan, penyebab adanya data ganda yang berhasil ditemukan oleh petugas ini, lantaran adanya human error para petugas operator untuk memperbaiki data ganda yang ada.

“Kebanyakan memang karena salah input. Misalnya seharusnya lahir di 2017 jadi 2170, atau tertulis usia baru 17 tahun tapi tahun lahirnya di 1800. Inilah yang kami benahi,” tambahnya.

Ia mengungkapkan, data-data yang telah di verifikasi ini, juga tak lepas dari sistem pemantauan maupun monitoring terhadap data yang telah dilakukan verifikasi.

“Kami periksa komputer kependudukan para operator di tingkat kecamatan. Harus dipastikan jika pada komputer itu tidak digunakan untuk hal-hal lain selain administrasi kependudukan. Misalnya dipakai untuk nonton film, lalu transfer data via flashdisk, itu tidak boleh,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala DKCS Cilegon Soleh menuturkan, kualitas database kependudukan semakin dibutuhkan pada saat ini. Terlebih pada 2019 nanti, akan digelar pemilu serentak, yakni pemilu legislatif dan pemilu presiden.

“Jelas, untuk menghadapi tahun politik, data-data kependudukan harus seakurat mungkin. Sebab persoalan data penduduk itu ada kaitannya dengan DPT (Daftar Pemilih Tetap),” katanya.

Dengan kondisi ini, hampir dilakukan update data yang dilakukan oleh petugas untuk menyempurnakan data yang telah dilakukan verfikasi.

“Kerja keras teman-teman operator pasti akan terbayar. Sehingga saat dibutuhkan nanti, jumlah data ganda dan anomali bisa ditekan,” akunya.(EUA)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: