Bupati Serang Perkuat Pencegahan Kekerasan Anak dan Perempuan

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah memimpin langsung rapat bersama membahas soal kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan, Rabu (7/3/2018).

SERANG, BANPOS – Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah memperkuat pencegahan kekerasan terhadap anak dan perempuan. Itu dilakukan dengan mengajak institusi pemerintah dan tokoh agama untuk berjuang bersama.

Upaya memperkuat pencegahan juga dilakukan dengan menggelar rapat bersama Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Serang Agus Erwana, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Serang Asep Nugraha, Pengurus Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Serang, Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Serang dan Pengurus Majelis Ulama (MUI) Kabupaten Serang, Rabu (7/3).

“Untuk mengatasi kasus ini seluruh pihak harus terlibat karena masing-masing memiliki peran strategis untuk mencegah kasus ini (kekerasan anak dan perempuan, red). Mulai dari Dinas pendidikan, MUI, dan saya selaku dari pemerintah, ” ujar Tatu usai rapat bersama di Pendopo Bupati Serang.

Tatu menjelaskan, tindakan pelecehan seksual terhadap anak-anak yang dilakukan oleh orang dewasa sudah dianggap hal yang biasa oleh masyarakat sehingga menjadi perhatian khusus bagi Pemkab Serang. “Jangan sampai ini terjadi kembali kepada masyarakat kita. Oleh karena itu, akan ada sosialisasi hukuman bagi pelaku kekerasan kepada masyarakat agar yang berniat melakukan terhadap anak akan berpikir ulang,” katanya.

Ia menambahkan, melalui P2TP2A Kabupaten Serang yang sudah dibuat hingga tingkat Kecamatan bisa membantu Pemkab Serang minimalisir kejadian tersebut. “saat ini sudah sampai ditingkat kecamatan hanya tinggal penguatan dan meminta masukan kepada Pemda untuk perbaikan.Mereka (Pengurus P2TP2A-red) mendampingi korban sampai soal traumatik. Sehingga, harus disinkronkan dengan anggaran, rumah sakit dan dinas kesehatan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala P2TP2A Kabupaten Serang, Ratu Anisa Musibah mengatakan, kasus pelecehan seksual yang terjadi pada anak disebabkan maraknya penggunaan gadget yang tidak terkontrol dan penyalahgunaan Internet untuk membuka konten pornografi. Sehingga, anak dibawah umur bisa melakukan pelecehan seksual terhadap temannya. “Penekanan kepada pengurus Kecamatan akan dilakukan dengan memberikan pendidikan parenting kepada keluarganya dan bisa dicegah sejak dini,” katanya.

Ia juga mengapresiasi kepada pihak Pemkab Serang yang mendukung gerakan pencegahan kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak. “Setelah diadakan pertemuan ini mudah-mudahan ada regulasi ke depan yang lebih baik lagi sehingga kami dari P2TP2A dalam melaksanakan tugas dengan baik,” tuturnya.(ADV)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: