Bazar Pasar Murah Pemkot Cilegon Tak Merata

Kegiatan operasi pasar beras medium yang dilakukan Bulog di Cilegon / dok: BANPOS

CILEGON, BANPOS – Pelaksanaan bazar selama ini yang dilakukan oleh Pemkot Cilegon melalui Disperindag (Dinas Perdagangan dan Perindustrian) dirasa tidak merata dan tidak dirasakan oleh masyarakat wilayah pelosok. Pasalnya, kegiatan bazar pasar murah yang dilakukan kali ini hanya terfokus pada satu tempat yakni Rumah Dinas (Rumdis) Walikota Cilegon.

Menurut Kabid Perdagangan pada Disperindag Kota Cilegon, Ema Hermawati mengatakan selama ini kegiatan bazar pasar murah yang dilakukan oleh Disperindag hanya dilakukan 1x itu pun dilakukan saat kegiatan Hari Raya Idul Fitri diselenggarakan di Rumah Dinas. Kegiatan tersebut dianggap tidak merata bagi masyarakat diluar pusat Kota Cilegon.

“Sebenarnya sih optimalnya dilakukan di setiap Kecamatan. Karena, lebih efektif dilakukan di setiap kecamatan dilakukan. Dari pada hanya di rumah dinas itu juga diselenggarakan di kalau mau lebaran,” kata Ema kepada BANPOS saat ditemui di kantornya,” Kamis (8/3).

Ema menambahkan, dengan kondisi ini pihaknya sudah mengupayakan untuk bisa dilakukan di setiap kecamatan di Kota Cilegon. Namun, kondisi tidak bisa dilakukan, karena masalah anggaran dalam melaksanakan pasar murah tersebut.

“Masalahnya sih karena anggaran tersebut. Untuk melakukan bazar murah kita (Disperindag) enggak menggunakan ABBD melainkan bantuan dari para distributor dan agen yang kita miliki. Jadi kalau dilakukan di setiap kecamatan, distributor dan agen pun enggak ada. Jadi, kita kewalahaan dalam anggaran tersebut,” tambahnya.

Dalam kondisi ini, pihaknya telah mengusulkan ke Bappeda Kota Cilegon untuk dibantu melalui APBD untuk bisa mengadakan bazar pasar murah di setiap kecamatan. Akan tetapi, usulan tersebut justru masih perlu dikaji dengan matang.

“Usulan sih udah kita minta ke Bappeda agar bazar murah digelar. Tapi, perlu adanya kajian matang untuk dilakukan bazar tersebut,” ucapnya.

Ia berharap, agar kegiatan bazar murah di setiap kecamatan ini benar-benar diakomodir oleh pemerintah agar membantu masyarakat yang jauh dari pusat kota cukup dengan membeli kebutuhan dari kecamatan yang telah tersedia.

Sementara itu, Keplaa Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Cilego, Tb Dikrie Maulawardhana, membenarkan hingga saat ini pihaknya hanya melakukan satu kali bazar murah dan hanya terfokus di satu tempat yakni rumah dinas. Dilihat secara ideal, kegiatan bazar murah juga harus diselenggarakan di setiap kecamatan di Kota Cilegon untuk mengakomodir masyarakat dalam membeli kebutuhan sembako yang murah.

“Idealnya sih begitu, khususnya menjelang Idul Fitri harus dilakukan bazar murah yang tersebar di setiap Kecamatan,” ujar Dikrie.

Dikrie menambahkan, adapun konsep bazar murah itu utk mengantisipasi harga naik berbanding kebutuhan sembaki yang juga naik dan perayaan Idul Fitri merupakan salah satu fenomena yang membuat masyarakat terpaksa membeli dengan harga yang ada di pasar karena mereka butuh.

“Oleh karenanya bazar murah itu tepat dilaksanakan pada saat tersebut. Sedangkan untuk di luar Idul Fitri masyarakat masih bisa menahan kebutuhan pada saat harga naik, kecuali bazar yg ditentukan oleh pusat,” pungkasnya. (EUA)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: