Kota Serang jadi ‘Tujuan’ Orang Gila

Aparat gabungan mengamankan salah satu orang gila yang berkeliaran di Kota Serang.

SERANG, BANPOS – Walikota Serang, Tb Haerul Jaman, mengakui Kota Serang menjadi kota “tujuan” bagi pembuangan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Kondisi itu membuat jumlah orang gila yang berseliweran di ibukota Provinsi Banten terus meningkat.

Menurut Jaman, permasalahan ini sama dirasakan oleh kabupaten kota lainnya, sehingga akhirnya mengangkut ODGJ ke wilayah lain. Namun Pemkot Serang tidak akan membuang orang gila tersebut lantaran alasan kemanusiaan.

“Jadi harusnya ditangani dengan cara memanusiakan. Sama-sama memiliki nyawa, bukannya dibuang,” kata Jaman, Rabu (7/3/2018).

Kata Jaman, dengan banyaknya ODGJ yang terjaring razia pun, dirinya tidak pernah mengintruksikan untuk dibuang, melainkan untuk direhabilitasi dan diobati.

“Saya coba sebisa mungkin untuk melakukannya seperti apa mengatasi masalah ini. Mungkin Pemprov Banten pun sudah memprogramkan hal itu,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, dua pekan Dinsos Kota Serang mendapatkan kiriman 19 Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dari Satpol PP, Aparat Kepolisian dan masyarakat Kota Serang. Namun hal tersebut dinilai tidak seusai dengan prosedur, karena menurut aturan, Dinsos menangani orang gila yang sudah mendapat penanganan dari pihak Dinkes.

Kabid Rehabilitasi sosial pada Dinsos Kota Serang, Mustofa saat dihubungi Banpos, Senin (5/3/2018) lalu, mengaku merasa kebingungan karena semua ODGJ yang diserahkan kepadanya itu masih dalam keadaan liar dan benar orang gila yang belum mendapat penanganan apa-apa.

“Kadang-kadang kita kerepotan menangani murni benar orang gila, harusnya Dinsos itu menangani orang gila yang sudah disembuhkan. Penanganannya dari dinkes terlebih dahulu baru diserahkan kepada kami,” kata Mustofa

Lanjut Mustofa, apalagi yayasan yang sudah bekerja sama dengan pihaknya, yakni Yayasan Bani Sifa, Pamarayan, Kabupaten Serang dan Yayasan Nurul Rohman, Kasemen, Kota Serang saat ini sudah tidak menerima penangannanya karena sudah penuh. “Makanya saat ini kami bingung karena ODGJ yang diserahkan kekita itu tidak ada identitasnya,” ucapnya.(CR-01)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: