Pasar Rau Semrawut, Pengawasan Pemkot Dituding Lemah

Kondisi diluar PIR. Banyak PKL yang tidak menaati aturan yang berjualan di sepanjang jalan. (6/2). Herlin Saputra/BANPOS

SERANG, BANPOS – Para pedagang di sekitar Pasar Induk Rau (PIR) kembali berjualan di daerah yang sebelumnya dilarang dan sempat ditertibkan. Hal ini menjadikan kondisi pasar terbesar di Banten itu menjadi semakin semrawut, dan membuat pengunjungnya merasa tidak nyaman.

General Menejer (GM) PT Pesona Banten Persada (PBP) Aeng Khaeruzaman mengakui, jika para pedagang yang sempat ditertibkan dan dipindahkan ke lantai dua sekarang kembali lagi turun dan berjualan sepanjang jalan Blok M, areal yang dilarang oleh pemkot. Bahkan di sekitar jalur depan pipa gas pun mulai dipenuhi pedagang.

“Kalau di luar pagar itu bukan kewenangan kami (pengembang) kami hanya mengurusi pedagang yang berada di dalam pagar saja, kalau di luar pagar itu urusannya pemerintah kota,” ungkap Aeng saat dihubungi melalui telepon selulernya, Selasa (6/3).

Ia juga mengaku, pada saat pemkot menertibkan PKL beberapa waktu lalu, pihaknya sangat mendukung dengan menyiapkan tempat untuk para pedagang di lantai II. Namun karena lemahnya pengawasan pemkot, sekarang para pedagang kembali berjualan di pinggir jalan, bahkan sekarang tambah banyak.

Aeng juga mengaku sudah berkoordinasi dengan pemkot menyampaikan hal tersebut. Namun, respon dari pemkot barulah sebatas jawaban bahwa masalah itu akan dibahas bersama-sama, tanpa ada tindakan.

“Terutama masalah sampah dari pedagang, lihat coba banyak sampah yang membuat Pasar Rau ini tambah kumuh,” katanya.

Pantau di lapangan, selain permasalahan sampah dan pedagang, sejumlah kendaraan baik angkot, pengunjung, dan losbak pengangkut barang pun parkir sembarangan di badan jalan. Hal ini menjadikan kondisi jalan semakin sempit, dan mengakibatkan kemacetan.(CR-01)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: