Rumah di Bantaran Sungai Ciujung Terancam Longsor

Rumah dibantaran sungai Ciberang terancam longsor, sebab tebing sungai terus tergerus air sungai, foto diambil, Minggu (4/2/2018).

RANGKASBITUNG, BANPOS-Warga yang bermukim di bantaran sungai Ciujung dan Ciberang, khawatir terjadi longsor yang mengancam rumah warga yang berada tepat di bibir sungai. Pasalnya tebing sungai terus terkikis air sungai, sehingga kondisi sebagian pandai rumah warga sudah terkena longsor.

Deden (34) warga Kampung Muhara Kebon Kepala, Kelurahan MC Barat, Kecamatan Rangkasbitung, Lebak yang rumahnya persis berada dibibir sungai Ciujung mengaku selalu dihantui rasa was-was, sebab intensitas hujan yang tinggi rentan bencana longsor.

“Kami saat ini terus dihantui bencana longsor yang mungkin datang secara tiba-tiba, karena bantaran sungai yang tergerus bahkan sudah menghanyutkan sejumlah rumah milik warga, sedangkan tanggul penyanggah banjir dan longsor yang sudah dijanjikan akan dibangun belum jelas pembangunannya,” kata Deden, kepada BANPOS, Minggu (4/2/2018).

Warga lainya Ahmad berharap, pemerintah segera membangun tanggul penyanggah banjir dan longsor yang sudah mengacam rumah warga. Karena setiap sungai meluap pasti ada salah satu rumah warga yang terbawa arus sungai.

“Kami sih berharapnya pembangunan tanggul tersebut secepatnya dibangun, karena setiap musim hujan kami selalu dibayang-banyangi banjir dan longsor,” ujar Ahmad.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Lebak, Dade Yanapriandi mengatakan, khusus untuk penanganan bantaran Sungai Ciberang dan Ciujung, sebenarnya dibawah kewenangan pihak Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC) Provinsi Banten. Namun, bila BBWSC Banten, belum memiliki anggarannya, maka warga Kampung Aweh bisa mengusulkanya ke DPUPR yang ditujukan ke Pemkab Lebak.

“Bila benar kondisinya memprihatinkan, masyarakat bisa mengusulkannya ke Pemkab Lebak, ditembuskan ke DPUPR Lebak,” terang Dade.(FAD/SEP)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: