Ribuan KTP Elektronik Dimusnahkan Disdukcapil Kota Serang

SERANG, BANPOS – Ditengah sulitnya sebagian masyarakat dalam mendapatkan KTP Elektronik (KTP-El), ternyata Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Serang malah memusnahkan ribuan KTP-El yang ganda.

Demikian yang diungkapkan oleh Kepala Disdukcapil Kota Serang, Ipiyanto kepada awak media. “Saat ini kita sudah ada 3.000 blanko KTP-El yang tercetak ganda,” ujar Ipiyanto, Minggu (4/3).

Ipiyanto menegaskan, 3.000 KTP-El ganda tersebut sudah dimusnahkan dengan cara dibakar.Menurutnya, kejadian ini sudah dilaporkan kepada walikota maupun Kemendagri. Pemusnahan dilakukan untuk menghindari adanya temuan karena pencetakan ganda tersebut.

“Laporan dan dokumentasinya sudah ada. Khawatirnya sama seperti daerah lain, dibuang saja ke tong sampah, kemudian ada yang menemukan dan disalahgunakan,” ungkapnya.

Menurut Ipiyanto, hal ini dikarenakan masyarakat melakukan praktik penitipan saat pengambilan KTP-El, namun tidak melakukan komunikasi kepada pihak yang dititipkannya, sehingga petugas yang berada di Disdukcapil Kota Serang pada akhirnya terpaksa untuk melakukan pencetakan kembali.

“Jadi misalkan gini, saya nitip Suket asli untuk mengambil KTP-El saya kepada orang. Tapi kemudian saya lewat ke Disdukcapil, lalu sengaja ambil KTP-El tanpa bawa Suket dengan alasan hilang Suketnya, kemudian besoknya yang saya titip juga minta dibuatkan KTP-El, akhirnya menjadi ganda,” jelasnya.

Sebab itu, ia menekankan, agar ada komunikasi bagi yang menitipkan KTP-El tersebut, pada akhirnya KTP-El yang sudah dicetak ganda tersebut mengendap di kantor Disdukcapil Kota Serang, karena tidak diambil oleh pemiliknya.

“Makanya saya mengingatkan kepada masyarakat, agar nanti kedepannya, Suket asli harus dibawa saat pengambilan KTP-El,” tambahnya.

Ipiyanto mengklaim, sudah melakukan tindakan pencegahan agar tidak semakin banyak KTP-El ganda yang tercetak.

“Akhirnya kami membuat inisiatif, kami cetak semua KTP-El yang sudah perekaman, kemudian kami sebarkan ke tiap-tiap kelurahan,” jelasnya.

Akan tetapi, sekali lagi pihaknya harus gigit jari, dikarenakan pengumuman KTP-El yang sudah dicetak dan diberikan di masing-masing kelurahan tersebut tidaklah dibaca oleh beberapa warga, kemudian tetap memaksa agar dicetak kembali.

“Katanya pengumumannya kecil-kecil gak keliatan, kami pampang satu-satu tetap tidak dibaca. Akhirnya mereka minta cetak saja disini, jadi kamu harus bagaimana lagi?,” keluhnya.

Ia mengatakan sudah mengadukan hal tersebut kepada pimpinan, namun belum mendapatkan solusi dengan permasalahan tersebut.(PBN)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: