Polair Banten Bekuk Pelaku Solar Ilegal

Kasubditgakum Ditpolairud Polda Banten, Kompol Yuswadi saat melakukan Press Release kasus penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) Jenis Solar Ilegal atas tersangka NL / Foto: RONALD

CILEGON, BANPOS – Direktorat Kepolisian Air (polair) Polda Banten membekuk seorang pelaku berinisial NL dalam kasus penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) Jenis Solar Ilegal.

Pelaku diketahui telah ditangkap ketika hendak menjual BBM Solar ke salah satu Kapal Tugboat yang bersandar di Jetty PT. MCA, Desa Argawana, Kampung Grenyang, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang.

Kasi tindak Subdit Gakum Ditpolairud Polda Banten, Kompol Yuswadi mengatakan, penangkapan pelaku dilakukan pada tanggal 20 Februari lalu atas lapotan maraknya perederan BBM Ilegal di Wilayah Bojonegara.

Diceritakan Kanit, penangkapan itu bermula ketika pelaku hendak menjual solar ke Bojonegara dari Jakarta. Saat berada di Jetty MCA dan hendak menjual solar ke salah satu tugboat, Pelaku langsung ditangkap.

“Sebelum melakukan penangkapan, kita mendapat informasi di wiLayah banten khususnya di wilayah bojonegara sering terjadi pengisian bbm ilegal. Ada beberapa informasi BBM itu beberapa kali didistribusikan dari jakarta menuju bojonegara. Setelah kita selidiki, pelaku kita tangkap. pelaku mengangkut dari jakarta, kemudian dibawa ke wilayah bojonegara. Kita tangkap sebelum dia melakukan pengisian ke kapal,” ungkap Kasi Tindak dalam Ekspos Perkara di Aula Ditpolair Polda Banten, Selasa (27/2).

Dalam penangkapan itu, kata Kasi, pihaknya mendapati sejumlah dokumen perusahaan dan segel yang diduga dipalsukan termasuk dokumen perusahaan niaga BBM, PT. Ocean Petro Energy. Mobil tangki bernomor polisi B 9029 FFU yang disewa pelaku dari PT. Fajar Putra Galunggung untuk menjual BBM Ilegal itu, sambungnya, turut diamankan dan disita petugas karena berdokumen palsu.

“Modus yang dilakukan pelaku, dengan cara pemalsuan dokumen. Jadi dokumen pelaku mengetik sendiri, men-print sendiri dan jalan sendiri. Itu palsu tapi seolah-olah asli,” Ungkapnya.

Sementara itu, Kanit Tindak Subdit Gakkum Ditpolair Polda Banten, AKP Akbar Baskoro menambahkan, tindakan pelaku diduga melanggar Undang – undang nomor 2 tahun 2001 tentang Gas dan Minyak Bumi. Pelaku, sambung Akbar, terancam penjara maksimal 6 tahun penjara.

“Dalam aksi ini, pelaku bermain sendiri,” tegasnya. (NAL)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: