Lagi, Prosedur Penggunaan Ambulans Dikeluhkan

Lagi, Prosedur Penggunaan Ambulans Dikeluhkan. (ISTIMEWA)

SERANG, BANPOS – Sulitnya mendapat pelayanan kesehatan di Kabupaten Serang kembali dirasakan oleh warga. Hal itu yang dialami Ade (25), warga Kampung Masigit, Desa Ciomas, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang.

Ade mengaku kesulitan mendapatkan ambulans untuk mengantar Anik Amaliah (21), sang adik yang sakit untuk dibawa ke rumah sakit. Dua Puskesmas yang ia datangi tidak memberikan pelayanan mengantar pasien padahal ambulans operasional terparkir berjajar di puskesmas.

“Saya datang ke Puskesmas Ciomas, di sana ketemu petugas Puskesmas. Petugas di sana bilang kalau sopirnya sedang tidak ada. Saya mohon untuk pinjam ambulans karena kondisinya mendesak,” kata Ade kepada wartawan, Sabtu (17/2/2018).

Merasa sangat membutuhkan ambulans, Ade pun memberanikan diri untuk langsung meminta izin Kepala Puskesmas Ciomas. Setelah menelpon, Kepala Puskesmas Ciomas, Safrudin mengatakan tidak bisa meminjami ambulans karena  tempat tinggal pasien bukan di Kecamatan Ciomas.

Mendapat saran tersebut, Ade pun kemudian menuju Puskesmas Padarincang. Di sana Ade kembali mendapati rumitnya birokrasi dan sejumlah prosedur. Petugas Puskesmas meminta Ade membawa pasien menuju Puskesmas terlebih dahulu.

“Saya diminta bawa pasien dengan kendaraan pribadi dulu atau menggunakan angkot atau becak untuk ke Puskesmas. Petugas enggak mau jemput pasien dari rumah. Di Puskesmas saya harus meminta izin peminjaman ambulans. Kalau ada kendaraan pribadi ngapain saya pinjam ambulans. Kan begitu logikanya,” kata Ade.

Merasa putus asa karena kondisi sang adik semakin lemah, akhirnya ia meninggalkan Puskesmas dengan tangan hampa. Namun pihak keluarga mendapat titik terang setelah ada pihak warga dari kampung lain menyewakan kendaraan. (CR-01)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: