Indonesian Food Bank Gelar Aksi Puasa Untuk Papua

Sejumlah aktivis Indonesian Food Bank (IFB) melakukan aksi solidaritas untuk kasus gizi buruk yang terjadi di Suku Asmat Papua dengan melakukan puasa sunnah hari Kamis kemarin.(ISTIMEWA)

SERANG, BANPOS – Indonesian Food Bank (IFB) sebagai salah satu lembaga yang konsen terhadap pengentasan gizi buruk dan kelaparan, melakukan aksi solidaritas untuk kasus gizi buruk yang terjadi di Suku Asmay Papua dengan melakukan puasa sunnah hari Kamis ini.

Menurut Founder IFB, Idho Meilano dalam rilisnya, pelaksanaan aksi puasa hari Kamis adalah, tidak makan dan tidak minum pada siang hari, dan pesertanya terbuka untuk umum. “Uang saku yang biasanya digunakan untuk jajan, nanti akan didonasikan peserta kepada IFB untuk disalurkan kepada anak-anak Suku Asmat,” jelas Idho kepada BANPOS, Rabu (14/2).

Idho berharap, dengan adanya gerakan ini maka masyarakat dapat mengetahui bahwa ada kejadian luar biasa yaitu puluhan balita yang mengalami gizi buruk di tanah Papua.

“Sehingga kita sebagai masyarakat Indonesia setidaknya dapat merasakan penderitaan yang terjadi dan semoga kita semua dapat bersama-sama membantu menyelamatkan mereka dari gizi buruk dan kelaparan,” tegasnya.

Menurut Idho, kasus gizi buruk sendiri tidak hanya terjadi di Papua, namun juga cukup banyak temuan kasus tersebut di Banten. “Iya, di Banten sendiri kasusnya masih banyak, kita belum melihat lagi data di Dinkes, namun kami harap tidak terjadi peningkatan kasus gizi buruk,” jelasnya.

Ia menyatakan, gerakan ini merupakan gerakan yang mendukung dari kesepakatan internasional oleh PBB, sebab itu, ia berharap kegiatan ini akan memberikan dampak untuk mencapai target-target yang ditetapkan oleh PBB tersebut. “Kami dari IFB akan terus mendukung zero hunger yang telah ditetapkan oleh United Nations Sustainable Development Goals (SDGs) 2030,” terangnya.

Idho mengatakan, kegiatan ini juga akan diisi dengan penyuluhan bagi para peserta aksi puasa untuk gizi buruk di Suku Asmat, adapun prosesnya akan berupa pemberian materi dalam grup whatsapp yang dibuat oleh panitia dan akan diisi oleh spesialis gizi dari IFB.

“Edukasi dilakukan dengan tujuan, agar peserta mengetahui secara mendalam gejala maupun penanganan gizi buruk, yang apabila sewaktu-waktu terjadi di lingkungan terdekat, sehingga peserta dapat membuat keputusan penanganan yang benar,” terang Idho.

Ia mengklaim, saat ini sudah terdapat 100 orang peserta aksi puasa, Peserta terdiri dari kalangan mahasiswa, karyawan swasta, ahli gizi, pegawai negeri sipil dan juga dosen. “Jumlah saat ini tercatat 100 orang lebih telah bergabung menjadi peserta aksi,” katanya.

Sementara itu, ketua pelaksana aksi puasa, Ardiyansah mengatakan, tujuan diadakannya kegiatan aksi ini adalah untuk menumbuhkan rasa simpati masyarakat khususnya di kalangan muda agar lebih peduli terhadap gizi buruk. “Yaitu dengan cara memberikan sedikit dari uang saku mereka yang tidak makan dan minum dalam satu hari tersebut,” tuturnya. (PBN)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: