Tolak Pebangkit Listrik Tenaga Panas Bumi, Warga Blokir Jalan Raya Palka

SERANG, BANPOS – Masyarakat yang tergabung dalam Syarekat Perjuangan Rakyat Padarincang (SAPAR) menggelar aksi menolak eksplorasi dan eksploitasi panas bumi (geothermal) di Gunung Prakasak, Kampung Wangun, Desa Batukuwung, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang. Dalam aksinya, masyarakat memblokir jalan raya Palka, sehingga membuat jalur Palima-Cinangka itu lumpuh.

Dalam selebaran yang dibagikan peserta aksi, disebutkan, masyarakat menolak pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTPB) itu karena diyakini bakal menimbulkan kerusakan alam di Padarincang. Warga berkaca pada pembangunan PLTPB di beberapa daerah, seperti Mataloko, Garut, Dieng yang merugikan masyarakat karena kerusakan alam yang dialami akibat pembangunan tersebut.

“Kami atas nama warga Padarincang, tokoh ulama dan masyarakat menolak berdirinya proyek tersebut. Karena hingga saat ini, alam kami sudah dirusak oleh kejahatan korporasi besar PT. Sintesa Geothermal Banten (SBG) sebagai pelaksana proyek,” sebut Humas SAPAR, Ustadz Aunillah dalam rilis yang diterima BANPOS, Rabu (14/2/2018).

Dalam aksi tersebut, warga menuntut agar segala aktivitas proyek eksploitasi panas bumi di Padarincang dihentikan karena dianggap cacat hukum, cacat moral, dan mengorbankan keselamatan masyarakat banyak.

Segala bentuk Perjuangan Dan perlawanan rakyat ini adalah wujud dari kecintaan masyarakat kepada tanah air, bangsa Dan kampung halaman demi keberlangsungan hidup generasi anak cucu kita dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Ketika penguasa dan penguasa memaksakan kehendak dan mengorbankan kepentingan rakyat hanya demi nominal dan keuntungan, maka Rakyat dengan penuh kesadaran Dan hati nurani akan menjadi garda terdepan dalam menjaga kampung halaman,” pungkas rilis tersebut.(DZI)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: