Hidupkan Rel KA Rangkasbitung-Labuan, Kemenhub Kucurkan Rp 1 Tiliun

SERANG, BANPOS – proses reaktivasi jalur kereta api Rangkasbitung-Labuan akan dilakukan tahun ini. Kementerian Perhubungan telah menyiapkan anggaran sebesar satu triliun rupiah dan meminta Pemprov Banten, Pemkab Lebak dan Pandeglang mengawal sosialisasi serta rencana pembangunannya.

Kepala Bappeda Banten, Hudaya latuconsina mengatakan, antara kemenhub Pemprov dan Pemkab Pandeglang sudah melakukan pertemuan membahas rencana ini. Pertama, pihak Pemda diminta memfasilitasi pemindahan atas adanya perubahan fungsi rel kereta api yang selama ini sudah ada. Pemda Pandeglang menurutnya juga memberikan laporan bahwa mayoritas warga memang mengetahui bahwa akan ada rencana reaktivasi di jalur Rangkasbitung-Labuan.

Kedua, rencana reaktivasi ini bukan meliputi kebaikan di kurang lebih enam stasiun. Kondisi eksisting sekarang, stasiun tersebut. Ada ada yang hanya tinggal pondasi atau tanpa atap. Selain itu, ada penataan khususnya yang dilakukan di stasiun Rangkasbitung.

“Terhadap rencana itu, permintaan dukungan kepada Pemprov, Pemkab misalkan pembebasan para pemanfaat. Meminta khususnya mungkin juga Lebak terhadap masyarakat yang ada itu ada masalah ketika ini (reaktivasi dilakukan,” kata Hudaya.

Tahapan pertama ini udah yang mengatakan akan selesai tahun ini. Atau selambat-lambatnya 2019.

“Anggaran Rp 1 triliun dari Kemenhub untuk tahun ini. Dukungan normatif dari kita. Secara tata ruang tidak ada masalah,” katanya lagi.

Reaktivasi jalur rel Rangkasbitung-Labuan ini menurutnya adalah tahapan pertama. Karena ada beberapa jalur rel di Banten yang akan difungsikan kembali, seperti jalur Saketi-Bayah.

Hudaya juga mengatakan, pihak Pemda baik di Banten, Lebak dan Pandeglang merespon baik rencana ini. Tinggal bagaimana jalur ini bisa dimanfaatkan, untuk selain transportasi, juga membuka jalur pengembangan wisata.(CR-02)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: