Ribuan Jiwa di Cilegon Belum Dievakuasi

Beberapa warga Kota Cilegon saat akan menyelamatkan diri akibat banjir / EUA

CILEGON, BANPOS – Banjir akibat meluapnya sungai di wilayah Kota Cilegon yang terjadi mulai 03.00 subuh hingga pukul 12.00 siang tadi belum nampak terlihat Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cilegon melakukan efakuasi warga yang terdampam meluapnya air tersebut. Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kota Cilegon mencatat, ada 3345 jiwa di Kota Cilegon yang terdampak banjir.

Kepala Seksi Tanggap Darurat pada Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Cilegon Ahmad Mafruh, menjelaskan, jika ada 994 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 3345 jiwa yang terampak banjir pada Sabtu pagi. Korban terjadi di Kecamatan Jombang Kelurahaan Masigit, Kecamatan Jombang Kelurahaan Masigit, Kecamatan Jombang Kelurahaan Jombang Wetan, Kecamatan Jombang Kelurahaan Sukmajaya, Kecamatan Citangkil Kelurahan Citangkil.

Selanjutnya, Kecamatan Citangkil Kelurahaan Taman Baru, Kecamatan Citangkil Kelurahaan Samang Raya, Kecamatan Citangkil Kelurahaan Kebon Sari, Kecamatan Citangkil Kelurahan Kubang Sari, Kecamatan Cibeber Kelurahaan Karang Asem, Kecamatan Purwakarta Kelurahaan Kebondalem, Kecamatan Purwakarta Kelurahaan Ramanuju.

“Banjir meliputi 5 RT, 5 RW dan 10 kelurahaan pada 5 Kecamatan di se-Kota Cilegon,” kata Maftuh kepada BANPOS,” Sabtu (12/2/2018)

Dijelaskan jika ribuan warga yang Terdampak banjir ini belum bersedia mengungsi meskipun rumah terendam banjir.

“Sampai saat ini dari pemerintah belum memberitahukan warga yang terdampak banjir untuk diefakuasi. Kondisi ini juga
membuat sejumlah warga yang Terdampak banjir masih tetap bertahan,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, banjir yang terjadi di Kota Cilegon ini merupakan banjir kiriman dari Mancak.

“Kalau ditanya kenapa sampai begitu, saya sendiri tidak tahu. Tapi semuanya memang kiriman dari Mancak,” katanya.

Sejumlah persoalan menjadi penyebab banjir di tiga kecamatan ini. Menurut Afuh, panggilan akrab Ahmad Mafruh, penyebab utama adalah lebar kali yang terlalu kecil. ”Di Mancak itu sungainya besar-besar, sampai di Cilegon bertemu kali kecil. Makanya peningkatan debit air dari Mancak tidak bisa tertampung di Cilegon, terjadilah luapan air,” katanya. (EUA)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: