Gempita Serang Tolak Mendag Impor Jagung

Ketua Gempita Kabupaten Serang Daddy Hartadi bersama Kepala Balai Besar Mekanisme Pertanian (Mektan) Kementrian Pertanian Andi Nur Alamsyah dan para unsur Muspida menggelar panen raya beberapa waktu lalu. (ISTIMEWA)

SERANG, BANPOS – Gerakan Pemuda Tani Indonesia (Gempita) Kabupaten Serang menolak keras rencana Impor Jagug oleh Menteri Perdagangan (Mendag). Bahkan, mengancam akan melaporkan Mendag kepada presiden Jokowi perihal Kebijakan Mendag yang berencana Impor Jagung di bulan Pebruari.

Kebijakan itu dinilai seperti suara petir di siang bolong yang meledak kencang ditelinga petani. Terlebih Pemerintah melalui kementrian Pertanian RI tengah menjalankan program upaya khusus (Upsus).

Diantaranya perluasan areal tanam baru untuk jagung seluas 1 juta hektar secara nasional. Selain itu,  sejak 2017 pemerintah juga sudah menutup kran impor jagung.

“Kebijakan menteri perdagangan ibarat petir di siang bolong bagi petani jagung, padahal petani sedang melakukan banyak panen jagung. Ironisnya justru saat ini banyak hasil panen jagung milik petani tidak terserap,” terangnya Ketua Gempita Kabupaten Serang Daddy Hartadi melalui siaran persnya yang diterima BANPOS.CO, Kemarin.

Di Banten, menurut Daddy ada 100 ribu hektar lebih areal jagung yg menjadi konsentrasi upsus jagung. misalnya,di wilayah Kabupaten Serang yg ditargetkan 10 ribu hektar,kabupaten Lebak 30 ribu Hektar,dan kabupaten Pandeglang 100 ribu hektar. Terlebih, kata Daddy, saat ini Pemprov Banten optimis melalui upsus jagung ini akan akan berkembang menjadi wilayah sentra jagung.

Bahkan saat ini untuk terus memperluas areal tanaman jagung pihak Gempita bersama Pemda terus memanfaatkan lahan lahan tidur agar produktif termasuk lahan di kaki tol. Lahan lahan disepanjang pinggir jalan tol itu akan turut dijagungkan supaya produktif.

Seharusnya kata Daddy, Mendag harus menunjang konsep pembangunan pertanian berkelanjutan ke arah kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani. Bukan malah menghancurkan pembangunan pertanian dan menghancurkan sumber kehidupan petani itu sendiri. “kebijakan ini janggal, jelas-jelas pemerintah pusat melalui kementrian pertanian tengah menggenjot produksi komoditi seperti jagung dan beras juga kedelai, tapi ini ada kementrian lain yang justru tidak mendukung arah pembangunan pertanian yg menjadi nawacita presiden jokowi yaitu mewujudkan kedaulatan pangan. Mendag itu menghancurkan nawacita presiden jokowi,jika itu tetap dipaksakan,kita akan buat surat terbuka kepada presiden agar Mendag dicopot saja,” jelasnya.

Di Kabupaten Serang sendiri, saat ini pihaknya tengah menuai panen jagung dilahan seluas hampir 3.000 hektar, yang tersebar di berbagai kecamatan seperti Kragilan, Cikeusal, Jawilan, Pamarayan, Mancak, Anyer, Gunung Sari. Bahkan, belum lama ini sambungnya Gubernur Banten Wahidin Halim melakukan panen raya jagung di kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang dan Kepala Balai Pengembangan  Mekanisasi Pertanian Kementrian Pertanian Andi Nur Alamsyah juga melakukan Panen raya jagung bersama Gempita Serang di Desa Gandayasa, Cikeusal Kabupaten Serang. (AZM)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: