Setelah Diamuk Warga, Disdukcapil Dibela Dewan

Sejumlah anggota DPRD Kota Serang nampak berbincang dengan Kepala Disdukcapil Kota Serang Ipiyanto, Rabu (7/2/2018)

 

SERANG, BANPOS – Setelah persoalan pembuatan KTP-elektronik di Disdukcapil Kota Serang dikeluhkan oleh masyarakat. Puncaknya beberapa hari lalu seorang pembuat KTP-el mengamuk di kantor yang berada di Eks Kantor Walikota Serang, akhirnya para wakil rakyat dari Komisi I DPRD Kota Serang yang membidangi hukum dan pemerintahan turun gunung untuk melakukan pengawasan terhadap pelayanan masyarakat tersebut.

Diketahui sebelumnya seorang Warga Tembong Kidul, RT 02, RW 03, Kelurahan Tembong, Kecamatan Cipocokjaya, Kota Serang Uum Rumasih mengamuk di kantor Disdukcapil. Pasalnya melakukan pembuatan KTP-elektronik untuk keperluan anaknya dipersulit. Selain dipersulit, Uum juga dimintai uang pelican Rp 150 ribu agar KTP-el yang diminta segera jadi.

Disela-sela sidaknya, anggota Komisi I DPRD, Kevin Haerunisa mengatakan dengan banyaknya keluhan dari warga. Pihaknya saat ini melakukan pengawasan dan ingin mengetahui masalah yang terjadi di Disdukcapil.

“Emang disini (Disdukcapil, red) tenaga kerjanya tidak memadai tangani membeludaknya pembuat KTP-el,” kata Kevin kepada wartawan, Rabu (7/2).

Selain itu, ia memberi pembelaan kepada Disdukcapil Kota Serang, menurutnya kendala yang terjadi adalah masih berimbas dari kasus blanko dan tinta yang kosong pada tahun lalu.

“Setelah sekarang blangko ada, pembuat KTP-el ngebeludak karena banyak yang membuat terus perugas tidak tertangani, karena dalam satu pembuat membutuhkan waktu 5 menit sampai 10 menit,” ungkapnya.

Saat ini pun, Disdukcapil sudah memiliki aplikasi Smart Dukcapil, jadi masyarakat yang belum dan akan membuat KTP-el harus melihat aplikasi itu dulu. “Kan bisa daftar, cek online sekarang. Apalagi sekarang mayoritas warga sudah pakai hp android,” ucapnya.

Jadi, menurut Kevin, masyarakat juga harus mengetahui apa yang dikerjakan oleh Disdukcapil. Ia tidak hanya melayani pembuatan KTP-el saja melainkan pembuatan KK dan juga Akte. “Jadi masyarakat harus tahu itu juga,” katanya.

Iis Ismail menambahkan, yang terjadi di Disdukcapil ini adalah keterbatasan alat, pegawai honorernya dan juga pembuat KTP-el yang membeludak ditambah lagi kasus tahun kemarin yang sampai saat ini mempengaruhi.

“Alat rekaman tidak memadai, tenaga kerja dan kasus yang terjadi di pusat sana tahun lalu. Itu yang jadi kendala,” tambahnya. (CR-01)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: